
Unesa.ac.id. SURABAYA— Permainan domino mulai menemukan ruang baru sebagai olahraga yang mengedepankan strategi, konsentrasi, dan sportivitas. Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), perkembangan tersebut didorong melalui Turnamen Olahraga Domino (Orado) yang mempertemukan mahasiswa dan peserta umum dalam satu arena kompetisi.
Turnamen yang menjadi bagian dari Pekan Raya Mahasiswa (PRM) Unesa tersebut memasuki babak semifinal dan final di Lapangan Rektorat, Kampus II Lidah Wetan, Kamis (27/8/2026). Sebanyak 32 tim ambil bagian, terdiri atas 16 tim mahasiswa dan 16 tim umum dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Bagi Unesa, turnamen tersebut tidak sekadar menjadi arena pertandingan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan Orado sebagai olahraga yang membutuhkan kemampuan berpikir dan strategi. Ketua UKM Orado Unesa, M. Haydar Faisalzaem, mengatakan permainan domino dikembangkan dalam format yang lebih modern melalui konsep “Orado Naik Kelas”.
“Jadi, kami memodernisasi permainan tersebut dengan membawa hashtag ‘Orado Naik Kelas’. Dibuatkan meja, dibuatkan batu domino yang lebih elegan. Alhamdulillah, tahun ini Orado juga sudah masuk KONI dan sudah masuk sebagai cabang olahraga,” ungkapnya.
Menurut Haydar, Orado tidak hanya mengandalkan kemampuan bermain, tetapi juga menuntut strategi dan kemampuan berpikir. Karena itu, keberadaan kompetisi di lingkungan kampus menjadi ruang untuk mengenalkan olahraga tersebut kepada mahasiswa sekaligus memperluas minat terhadap cabang olahraga yang sedang berkembang.
Dukungan terhadap pengembangan Orado juga datang dari Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Jawa Timur. Ketua Pengprov ORADO Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, mengapresiasi dukungan Unesa terhadap perkembangan olahraga tersebut.
“Federasi Olahraga Domino ini baru diresmikan, baru sembilan bulan, tapi UNESA adalah salah satu kampus yang selalu terdepan mensupport kami,” jelasnya.

Ia bersama Rektor Unesa Nurhasan atau Cak Hasan, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado) John LBF, dan Duta Orado Anji Manji turut mengikuti sesi fun games sebelum pertandingan final berlangsung.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pengembangan Orado di lingkungan kampus. Selain menjadi peserta kompetisi, mahasiswa juga memiliki ruang untuk belajar mengelola kegiatan olahraga melalui UKM Orado.
John LBF berharap ruang pembinaan tersebut dapat berkembang hingga melahirkan atlet yang mampu membawa Orado ke tingkat lebih luas. “Saya ingin mahasiswa-mahasiswi Unesa ini bisa menjadi atlet dunia yang nantinya membawa kebanggaan untuk kota Surabaya hingga Indonesia,” ungkapnya.
Dari 32 tim yang mengikuti kompetisi, empat tim kemudian melaju ke semifinal, yakni Sultan Domino 2, Ewako, Lelek Panam, dan Barokah. Persaingan tersebut akhirnya mempertemukan Barokah Club dan Ewako Club di babak final.
Barokah Club yang diperkuat Arya Putra Fersa Pratama, peserta umum asal Sidoarjo, dan Rafael Islamy Rachsah, mahasiswa Teknik Sipil Unesa angkatan 2025, keluar sebagai juara pertama.
Posisi kedua diraih Ewako Club yang diperkuat Faris Firza dan Herman Mude, sedangkan Sultan Domino 2 yang diperkuat Brian Octavius dan Rangga Dwi menempati posisi ketiga.
Bagi mahasiswa, kehadiran Orado dalam rangkaian PRM juga menjadi pengalaman baru untuk mengenal cabang olahraga tersebut. Alifta Syahadah Riska, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik, menilai pertandingan berlangsung menarik hingga rangkaian acara berakhir. “Seru banget dari awal hingga akhir acara, nggak membosankan,” ungkapnya.][
***
Reporter: Dava Yessy Marshela (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






