Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

M. Zaini Rochman, Lulusan Terbaik FT Bangun LMS untuk Pembelajaran Berbasis Proyek

bnr-arrow-1-1.png

Ide terbaik tidak ada artinya tanpa eksekusi, dan skripsi terbaik adalah skripsi yang selesai. Jangan sampai waktumu habis hanya untuk meratapi revisi. Kerjakan, tuntaskan, dan buktikan bahwa kamu layak lulus dengan bangga!

Unesa.ac.id. SURABAYA—Sebuah LMS berbasis website menjadi salah satu karya yang mengantarkan Muhammad Zaini Rochman meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Bukan sekadar ruang untuk mengakses materi pembelajaran, sistem yang dikembangkan mahasiswa S1 Pendidikan Teknologi Informasi itu dirancang terintegrasi dengan Project-Based Learning dan dilengkapi fitur OOP Analyzer.

Zaini mengembangkan LMS tersebut untuk mendukung pembelajaran pemrograman, khususnya pada elemen Object-Oriented Programming (OOP). Pendekatan Project-Based Learning yang diterapkan memungkinkan siswa SMK belajar melalui proyek nyata, sementara fitur OOP Analyzer menjadi bagian dari sistem yang dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran.

Menurut Zaini, keunggulan penelitian tersebut terletak pada pendekatan yang digunakan. LMS tidak hanya berfungsi sebagai tempat menaruh modul, tetapi dirancang secara khusus agar pembelajaran pemrograman dapat dilakukan melalui pendekatan berbasis proyek.

Pengembangan sistem tersebut juga memberinya pengalaman melihat secara langsung bagaimana siswa menggunakan LMS yang dibuatnya dalam proses riset skripsi. Dari sana, ia tidak hanya mengembangkan sistem secara teknis, tetapi juga dapat melihat penerapannya dalam proses pembelajaran.

Ketertarikan Zaini terhadap pengembangan aplikasi memang telah tumbuh selama masa perkuliahan. Lelaki kelahiran Tulungagung itu memiliki minat pada dunia development, khususnya pengembangan aplikasi mobile dan web.

Berbagai proyek menjadi ruang baginya untuk mengeksplorasi ketertarikan tersebut. Ia mempelajari bahasa pemrograman seperti Flutter dan Laravel, sekaligus membangun sejumlah proyek nyata, di antaranya aplikasi game kuis dan sistem perpustakaan digital.

Bersama tim, Zaini juga pernah mengembangkan Apps Amerta Nusantara. Aplikasi mobile tersebut memadukan teknologi dengan misi pelestarian budaya Indonesia.

Berhadapan langsung dengan proyek membuatnya terbiasa menghadapi persoalan teknis. Error dan bug menjadi bagian dari proses yang harus dipecahkan, sementara pada saat yang sama ia juga harus membagi waktu dengan kegiatan organisasi dan kewajiban akademik.

Perkembangan teknologi yang cepat semakin menuntutnya untuk terus belajar. Di tengah kesibukan tersebut, Zaini berusaha menentukan skala prioritas agar aktivitas akademik dan nonakademik tetap berjalan seimbang. Dari berbagai persoalan yang dihadapi, ia belajar mengembangkan kemampuan problem solving sekaligus manajemen waktu.

Pengalaman mengerjakan berbagai proyek juga membentuk cara belajarnya. Zaini menerapkan prinsip learning by doing dengan mempraktikkan konsep atau teori yang diperoleh di kelas melalui proyek secara langsung.

“Learning by doing adalah cara belajar yang saya terapkan untuk mempertahankan prestasi. Saya lebih suka langsung mempraktikan konsep atau teori yang dipelajari selama di kelas,” ujarnya.

Menurutnya, praktik langsung melalui pembangunan proyek membuat pemahaman terhadap konsep-konsep fundamental menjadi lebih kuat. Cara tersebut kemudian tidak hanya digunakan untuk proyek pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari proses ketika ia mengembangkan LMS sebagai karya skripsi.

Perjalanan akademik tersebut membawanya meraih IPK 3,96 dan predikat wisudawan terbaik pada wisuda ke-121 Unesa pada 12 Agustus 2026 lalu. Di balik pencapaian itu, Zaini menyebut keluarga sebagai motivasi terbesar dalam perjalanan pendidikannya. Orang tua memiliki peran besar dalam mendukungnya, sementara dosen turut memberikan bimbingan selama masa kuliah.

Setelah menyelesaikan perkuliahan, pengagum B.J. Habibie itu berencana mendalami karier profesional sebagai Software Developer. Ia ingin terus mengeksplorasi teknologi untuk membangun produk-produk digital yang skalabel, stabil, dan memberikan dampak positif yang luas di masyarakat. ][

***

Penulis: Hasna

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa

 

 

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):