
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA— Tim dosen Program Studi D4 Teknik Sipil, Fakultas Vokasi (FV), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan pelatihan dan pendampingan menggambar konstruksi bangunan gedung menggunakan AutoCAD kepada siswa SMK Negeri 1 Nganjuk.
Rangkaian pelatihan yang merupakan program pengabdian kepada masyarakat atau PKM yang diketuai Feriza Nadiar, dosen Prodi D-4 Teknik Sipil Unesa itu dilaksanakan sejak Juni 2025 lalu.
Kegiatan difokuskan pada pelatihan menggambar konstruksi bangunan gedung menggunakan software AutoCAD bagi siswa SMK. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik agar selaras dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.
Dalam pelaksanaannya, Feriza Nadiar didampingi oleh tim pengabdian yang terdiri dari Puguh Novi Prasetyono, Hasan Dani, Wendy Ivannal Hakim, Tri Wardati Khusniyah, Endah Laelatul Fitri, dan Beatriks Lasamahu. Juga, melibatkan mahasiswa dan alumni Unesa.
“Kami ingin membantu siswa memiliki kemampuan teknis yang aplikatif. Dengan menguasai AutoCAD, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Feriza Nadiar.

www.unesa.ac.id
Pelatihan dilangsungkan di laboratorium komputer sekolah agar para siswa dapat langsung mempraktikkan materi secara mandiri. Metode pembelajaran dikemas secara interaktif melalui demonstrasi, diskusi, serta pendampingan intensif.
Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan setiap tahapan menggambar konstruksi gedung secara presisi.Keberhasilan program ini terlihat jelas dari hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Feriza Nadiar mengungkapkan adanya peningkatan kompetensi yang signifikan; dari pemahaman awal yang belum merata, kini 100 persen siswa peserta pelatihan telah mampu menghasilkan gambar teknik digital secara mandiri.
“Siswa kini berhasil menyelesaikan gambar konstruksi bangunan sesuai kaidah teknis, mulai dari pengaturan satuan hingga proses pencetakan atau plotting. Artinya, mereka sudah mampu mengaplikasikan perangkat lunak ini secara mandiri,” tambahnya.
Melalui pendampingan yang konsisten, program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi. Sinergi ini menjadi langkah nyata Unesa dalam mendukung penguatan kompetensi lulusan vokasi agar lebih berdaya saing di tingkat nasional. ][
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim PKM Unesa
Share It On: