
Penandatanganan kerja sama antara BPM Unesa dan Nakhon Phanom University Thailand.
Unesa.ac.id, SURABAYA – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjalin kolaborasi internasional dengan Nakhon Phanom University (NPU) Thailand dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Training on the Development of Importance Performance Analysis (IPA) Method as Continuous Quality Improvement (CQI).
Kegiatan ini digelar dalam dua tahap, yaitu secara daring dan luring, dengan fokus pada peningkatan kapasitas penjaminan mutu perguruan tinggi.
Tahap pertama dilaksanakan secara daring pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan berdurasi tiga jam ini diikuti dekan dan tim penjaminan mutu dari Nakhon Phanom University.
Kepala BPM Unesa, Widowati Budijastuti menegaskan pentingnya analisis data survei kepuasan menggunakan metode IPA untuk mendukung peningkatan mutu internal dan eksternal, khususnya dalam upaya menuju akreditasi internasional.
Pelatihan tahap selanjutnya dipaparkan beberapa teori utama. Kepala Divisi Akreditasi Internasional Sosial Humaniora Unesa, Jaka Nugraha, memaparkan teori service quality (servqual) dan pengembangan instrumen survei kepuasan yang mencakup lima aspek yakni tangible, reliability, empathy, responsiveness, dan assurance.
Setelahnya, Kepala Divisi Data dan Survei Unesa, Wiyli Yustanti, menjelaskan analisis data survei kepuasan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA).

www.unesa.ac.id
Tahap kedua berlangsung secara luring pada 21 Oktober 2025 di Chaturawit Meeting Room, Faculty of Education, Nakhon Phanom University, Thailand. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh President, Vice President, Dean, serta staf Quality Assurance NPU.
Pada sesi praktik, Jaka Nugraha memandu penyusunan instrumen survei kepuasan mahasiswa dengan metode servqual, sedangkan Wiyli Yustanti membimbing peserta dalam melakukan analisis data survei menggunakan metode IPA berbantuan Excel.
“Melalui kegiatan ini, BPM Unesa berharap tim penjaminan mutu Nakhon Phanom University dapat mengembangkan instrumen survei berbasis Key Performance Indicator (KPI) dan mengolah data menggunakan metode IPA secara mandiri,” jelas Wiyli.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat praktik continuous quality improvement dan mendorong peningkatan kualitas penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat global.][
***
Penulis: Tim BPM Unesa
Editor: @zam*
Foto: Tim BPM Unesa
Share It On: