
Tim dosen FMIPA Unesa dan jajaran guru Hatyaiwittayakarn School pada sesi diskusi pembuatan sabun, sebelum memasuki tahapan praktek pembuatan sabun.
Unesa.ac.id. SURABAYA — Tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat atau PKM di Hatyaiwittayakarn School, Thailand, pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Kegiatan bertema ‘Eco-Friendly Soap Making Workshop for Youth Empowerment’ itu diikuti 30 siswa dengan pendampingan enam guru. Pelatihan dibuka dengan penyuluhan mengenai karakteristik sabun sehat, potensi bahaya bahan kimia sintetis pada produk pembersih harian, serta relevansi penggunaan bahan alami dalam konteks target pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Siswa terlibat aktif dengan mengajukan sejumlah diskusi terkait proses pembuatan, keamanan bahan, serta manfaat penggunaan produk ramah lingkungan.
Setelah sesi materi, tim Unesa melakukan demonstrasi pembuatan sabun metode melt and poursebagai tahap awal sebelum praktik mandiri. Demonstrasi ini mencakup penjelasan mengenai komposisi bahan, teknik mencampur, serta langkah pengolahan yang aman untuk pelajar. Seluruh peserta kemudian melakukan praktik pembuatan sabun secara langsung dengan pendampingan tim pelaksana dan guru sekolah.
Siswa menyiapkan bahan, mencampur aroma dan pewarna alami, serta mencetak sabun sesuai kreativitas masing-masing. Berdasarkan evaluasi, produk sabun yang dihasilkan memenuhi standar dasar sabun ramah lingkungan dari segi tekstur, warna, dan aroma.
Perwakilan sekolah, Mahroso Doloh, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi strategis antar negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia dan Thailand dalam bidang pendidikan.
“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan tim dari Unesa untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pelatihan kepada siswa kami,” ujarnya.
Dosen Biokimia Unesa, Muhammad Nurrohman Sidiq menyebutkan bahwa pelatihan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi merasakan langsung penerapannya. Ia menilai metode praktik membantu siswa mengenali bahwa sains terapan dapat diadaptasi dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sains itu dekat dan bermanfaat nyata bagi aktivitas mereka,” katanya.
Tim pengabdian Unesa menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi peluang awal untuk memperluas kerja sama pendidikan berbasis sains terapan dan lingkungan antara Unesa dan institusi pendidikan di Thailand. Program lanjutan sedang dipertimbangkan untuk memperkuat dampak kegiatan, terutama pada edukasi lingkungan dan pengembangan keterampilan siswa.
Unesa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi sekolah serta masyarakat internasional sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi Indonesia di tingkat regional. (Tim PKM Unesa)
Share It On: