
Pengabdian masyarakat ini melibatkan guru di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) Thailand sebagai peserta. Mereka mendapatkan penguatan tentang Konseptual InDeep Learning dari tim PKM FMIPA Unesa.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), salah satunya bisa melalui program pengabdian kepada masyarakat atau PKM seperti yang dilaksanakan tim Prodi S-1 Pendidikan IPA, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Tim prodi yang bernaung di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu melaksanakan pengabdian dalam bentuk pelatihan “Penguatan Konseptual InDeep Learning” di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand, pada Jumat, 31 November 2025.
Program pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai ‘dapur inti’ proses pendidikan ini sebagai bagian dari kontribusi mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan poin keempat atau SDG 4 yaitu quality education.
Kegiatan ini dipimpin Fasih Bintang Ilhami, selaku ketua tim, dengan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Erman, Koorprodi S-1 Pendidikan IPA, dan Muhamad Arif Mahdiannur. Kegiatan diikuti 18 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik jenjang SD, SMP, SMA, serta pimpinan sekolah di lingkungan SIB.
Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Maria Victoria menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut sebagai langkah penting dalam meningkatkan kapasitas guru dan mendorong pembelajaran yang lebih interaktif.
“Kami sangat antusias dengan kegiatan ini, karena dapat menjadi tonggak penting bagi peningkatan mutu pembelajaran di SIB. Harapannya, para guru dapat mengimplementasikan konsep-konsep baru yang lebih atraktif dan efektif dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Dalam penyampaian materinya, Erman menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang konsep InDeep Learning sebagai dasar pengembangan kompetensi guru di era digital.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman konseptual yang kuat akan membantu para tenaga pendidik mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar, penelitian, maupun inovasi pendidikan.
“Dengan memahami konsep secara menyeluruh, peserta akan lebih siap mengembangkan model pembelajaran berbasis deep learning yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan media pembelajaran digital, salah satunya aplikasi Nearpod, yang dibimbing Muhamad Arif Mahdiannur.
Pada sesi ini, para guru mempelajari strategi penerapan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar serta berdiskusi melalui studi kasus yang menggambarkan penerapan nyata deep learning di ruang kelas.
Sebagai tindak lanjut, pihak SIB berharap kegiatan kolaboratif dengan Unesa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan topik-topik yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di luar negeri sekaligus memperluas dampak nyata dari program SDGs ke-4. []
***
Penulis dan dokumentasi: Tim PKM FMIPA
Share It On: