
SAH: Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menerima bendera kepemimpinan FOPI Jatim dalam prosesi pelantikan di Auditorium FIKK Unesa.
Unesa.ac.id, SURABAYA—Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dwi Cahyo Kartiko (akrab disapa DCK) resmi dilantik sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur periode 2024-2028.
Pelantikan berlangsung pada Rabu, 26 Februari 2025 di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan.
Ketua Umum FOPI Jatim, Dwi Cahyo Kartiko pada kesempatan itu menyampaikan sejumlah program prioritasnya ke depan. Salah satunya yaitu pembentukan Badan Tim Daerah (BTD) yang akan menjadi faktor kunci dalam menentukan pelatih serta atlet yang akan mewakili Jawa Timur pada ajang olahraga mendatang.
“Badan Tim Daerah inilah yang akan menentukan siapa pelatih dan atlet Jawa Timur nantinya. Mereka akan selalu memantau perkembangan atlet dan mengambil keputusan berdasarkan evaluasi yang dilakukan,” ujarnya.
Roadmap--Regenerasi Atlet

GAS POL: Ketua FOPI Jatim, Dwi Cahyo Kartiko menekankan beberapa program prioritasnya ke depan, salah satunya yaitu menciptakan sistem regenerasi atlet melalui pembentukan Badan Tim Daerah atau BTD.
Selain itu, BTD juga memiliki peran penting dalam merancang sistem regenerasi atlet serta menyusun roadmap untuk memastikan keberlanjutan pembinaan sesuai dengan target kepengurusan FOPI Jawa Timur.
Dia menjelaskan bahwa indikator dalam proses seleksi ini akan dikembangkan melalui diskusi yang melibatkan berbagai pihak.
“Kami akan menyusun sejumlah indikator seleksi, salah satunya berkaitan dengan kemampuan atlet dan pelatih dalam aspek sports science. Semua indikator ini nantinya akan diakses secara transparan melalui website dan media partner yang kami siapkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu menerangkan, dengan adanya pembagian tugas yang lebih terstruktur, proses seleksi dan pembinaan akan berjalan lebih efisien.
“Kami ingin bergerak cepat dalam diskusi dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, BTD akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media dan pengurus FOPI Jatim, untuk merumuskan strategi terbaik dalam mencetak atlet-atlet unggulan yang bisa mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Komitmen—Strategi Majukan Petanque Jatim

SINERGI: Ketua dan Sekjen PB FOPI, KONI Jatim, Kadispora Jatim pose bersama ketua dan pengurus FOPI Jatim.
Muhammad Nabil, Ketua KONI Jatim menyampaikan harapannya agar olahraga petanque dapat dipertimbangkan untuk masuk dalam program Bukon.
Menurutnya, masih ada waktu untuk mengupayakan hal tersebut, mengingat potensi petanque untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut tetap terbuka.
“Potensi untuk ikut ada, potensi untuk tidak ikut juga ada. Termasuk juga dengan cabang olahraga lainnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, menyampaikan harapannya agar olahraga petanque dapat lebih dikenalkan kepada generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, diperlukan strategi yang matang agar petanque dapat berkembang dan diterima secara luas, termasuk dengan melibatkan para tokoh dan tenaga pendidik dalam proses pembinaannya.
Sekjen PB FOPI I Nyoman Yamadhiputra, menyampaikan harapannya agar Jawa Timur dapat menjadi role model dalam pembangunan dan perkembangan olahraga petanque di Indonesia.
Ia menekankan bahwa sejak kepengurusan sebelumnya, berbagai program yang dijalankan oleh FOPI Jawa Timur telah memberikan dampak positif bagi perkembangan petanque di daerah lain.
“Lapangan petanque yang dibangun oleh Jawa Timur telah menjadi acuan bagi provinsi-provinsi lain dalam pengembangan fasilitas olahraga ini, kita patut bangga akan hal ini” ujarnya.[*]
***
Reporter: Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: