Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Quick Contact:
Follow Us:

Wakil Rektor II se-Indonesia Berkumpul

bnr-arrow-1-1.png
Surabaya--Dalam rangka menjaga silahturrahim dan berdiskusi mengenai permasalahan di masing-masing universitas, Unesa menggelar acara Forum Wakil Rektor/Pembantu Rektor II PTN PK-BLU se-Indonesia. Acara tersebut digelar di Hotel Bumi Surabaya pada Kamis dan Jumat (6-7/10/2016). Acara tersebut dihadiri oleh Drs. Djoko Hendratto. M.B.A., Direktur Pembinaan PK-BLU Kementerian Keuangan RI dan narasumber yang memberikan pengarahan singkat terkait Evaluasi dan Implementasi Perguruan Tinggi Negeri Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).

Dari Unesa hadir, Wakil Rektor I Dr. Yuni Sri Rahayu M.Si., Wakil Rektor II Drs. Tri Wrahatnolo, M.Pd.,M.T., dan Wakil Rektor III Dr. Ketut Prasetyo, M.S.

Dalam pembukannya, Wakil Rektor II Unesa menyampaikan, selain sebagai ajang silahturrahim antarWakil/Pembantu Rektor II se-Indonesia, forum ini juga merupakan wadah curah pendapat serta berbagi bahan diskusi dari permasalahan di masing-masing universitas. "Selain mengadakan bahan diskusi bersama, diharapkan dalam forum ini juga muncul penyelesaian di mana hasilnya akan disampaikan kepada rektor," ujarnya.

Mengenai BLU, Drs. Djoko Hendratto. M.B.A. mengungkapkan, dalam pengadaan BLU masih belum fleksibel. Menurutnya, masalah aset yang dimiliki pihak universitas masih belum bisa dimanfaatkan dengan semestinya. "Esensinya utama diberikan aset adalah untuk dimanfaatkan. Selain itu, universitas dilarang menjual aset yang telah dimodali oleh pemerintah, kecuali aset tersebut merupakan hasil dari keuntungan BLU," jelasnya.

Alumnus Univeristas Negeri Sebelas Maret Surakarta ini menghimbau kepada para Wakil/Pembantu Rektor II yang hadir agar menyusun rencana pertemuan berikutnya. Dalam hal ini guna mengidentifikasi masalah dan berdiskusi menyelesaikan masalah bersama. "Nantinya kita akan berusaha mengundang pihak BPK dan merumuskan aturan main baru untuk diterapkan di universitas masing-masing," tuturnya. (Suryo/ful/Humas)