Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Sempat Masuk IGD, Perjuangan Diaz Zain di Balik Title Juara Peksiminas 2026

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Dua minggu sebelum tampil di panggung nasional, kondisi fisik Diaz Zain menurun hingga harus mendapatkan perawatan di IGD. Waktu menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII 2026 tinggal sedikit, tetapi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu tetap mempersiapkan penampilannya.

Satu minggu sebelum keberangkatan, ia kembali berlatih bersama pelatih vokal untuk mematangkan teknik vokal dan pembawaan lagu. Persiapan tersebut akhirnya berbuah medali emas. Zain, sapaan akrabnya, meraih juara pertama cabang Musik Pop Peksiminas XVIII 2026 yang berlangsung di Universitas Jember (Unej), 7–12 September 2026.

Perjalanan Zain menuju panggung nasional bermula dari seleksi internal Unesa. Dari seleksi tersebut, Zain keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa nama Unesa mewakili Jawa Timur di tingkat nasional.

Sebelum berlaga di tingkat nasional, ia terlebih dahulu mengikuti seleksi Peksiminas Jawa Timur di Universitas Brawijaya, Malang. Tantangannya tidak hanya menghadapi kompetisi, tetapi juga membagi waktu antara kuliah, perlombaan, dan aktivitas bernyanyi yang sudah menjadi rutinitasnya setiap malam.

Jadwal tampil juga sempat berhadapan dengan aktivitas lain yang tidak bisa ditinggalkan. Mendapat nomor urut 46, Zain memilih bertukar jadwal dengan peserta lain agar dapat tampil lebih awal. Ia bahkan sudah bangun pukul 03.00 WIB untuk melakukan pemanasan suara sebelum tampil pada pagi hari.

Di tingkat nasional, Zain menghadapi puluhan peserta dengan karakter suara yang kuat. Ia mengamati sejumlah peserta dari daerag lain yang dinilainya memiliki kemampuan kuat untuk melihat berbagai aspek penampilan, mulai dari penguasaan panggung hingga cara menggunakan mikrofon.

Di tengah persaingan tersebut, kondisi fisik menjadi tantangan tersendiri. Dua minggu sebelum kompetisi, ia harus mendapatkan perawatan di IGD. Namun, waktu yang tersisa tetap dimanfaatkan untuk mematangkan penampilan.

“Satu minggu sebelum berangkat saya latihan lagi, konsultasi soal pembawaan lagu, teknik vokal, dan bagaimana cara tampil di panggung,” tuturnya.

Dalam kompetisi, Zain membawakan dua lagu, yakni lagu wajib “Bukan Dia Tapi Aku” dari Judika dan lagu pilihan “Jodoh Pasti Bertemu” dari Afgan. Pada lagu kedua, ia menambahkan beberapa ornamen penampilan agar suasana panggung lebih hidup.

Penampilan tersebut mengantarkan Zain meraih medali emas sekaligus menjadi juara pertama Musik Pop Peksiminas XVIII 2026. Prestasi itu juga memberi dampak pada perjalanan akademiknya. Prestasinya itu menjadi salah satu bentuk prestasi mahasiswa yang dapat dikonversi sebagai SKS sesuai kebijakan yang berlaku di perguruan tinggi. ][

***

Reporter: Puput

Editor: @zam*

Foto: Tim Peksiminas Unesa 2026

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):