
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menginisiasi forum perguruan tinggi berdampak dengan tajuk ‘Ngopi Bareng: Perguruan Tinggi di Era Ketidakpastian Global’ di Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya pada Jumat, 18 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi forum strategis pertukaran gagasan antar-pemangku kebijakan dan pemimpin perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan dan tantangan zaman yang terus berkembang.
Sejumlah narasumber dari unsur pejabat dan pakar hadir dalam kegiatan ini; Mohamad Nasir, Ketua MWA Universitas Diponegoro; Ainun Na’im, Ketua MWA Universitas Terbuka; Arif Satria, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University).
Juga hadir, Zainudin Amali, Menteri Pemuda Olahraga Periode 2019-2023; dan Abdul Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Kemenko PMK RI.

www.unesa.ac.id
Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan menuturkan bahwa tantangan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara belakangan ini mengharuskan pendidikan tinggi bergerak cepat, inovatif, adaptif, dan berdampak.
“Kunci penting menjawab tantangan yaitu sumber daya manusia yang perlu disiapkan, dan diperkuat kapasitasnya melalui pendidikan. Strategi mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas melalui program berdampak salah satu yang dibahas dan diperkuat dalam forum ini,” ucap Cak Hasan.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi menegaskan untuk menyikapi ketidakpastian global tentu membutuhkan dua hal, yaitu kemampuan beradaptasi dan keberanian untuk melakukan inovasi dan kreativitas.
“Kita harus membangun relasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, karena seberat apapun tantangannya, akan lebih mudah diatasi jika diselesaikan secara kolaboratif,” tegasnya.

www.unesa.ac.id
Ia menambahkan bahwa kegiatan yang termasuk dari serangkaian Dies Natalis ke-61 Unesa menjadi tonggak penting bagi lembaga untuk tumbuh menjadi lembaga yang adaptif dalam merespon perubahan zaman.
Dalam paparannya, Mohamad Nasir menekankan pentingnya transformasi peran perguruan tinggi dalam menghadapi ketidakpastian global. Lalu, Abdul Haris menggarisbawahi reorientasi perguruan tinggi dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ainun Na’im membedah persoalan kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Berikutnya, Arif Satria menyampaikan tentang “Vision of Industry 5.0” dan Zainudin Amali menerangkan aset sebagai sumber daya PTN-BH.

www.unesa.ac.id
Rektor IPB University, Arif Satria, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa era saat ini memasuki fase baru yaitu Society 5.0, di mana pendekatan teknologi tidak lagi cukup.
Ia menekankan skill seperti AI dan blockchain tetap penting, tetapi kini harus dilengkapi dengan aspek-aspek human-centric, seperti psikologi, sosiologi, hingga konservasi alam.
“Kontribusi perguruan tinggi dalam aspek sosial saya kira penting. Jadi bagaimana kita memberi dampak terhadap perubahan dan kemajuan masyarakat, itu semua harus terus kita dorong,” tandasnya.
Sebagai tambahan, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan rektor dari berbagai universitas di Indonesia, kepala lembaga, direktur, dekan, wakil dekan, hingga koordinator program studi di lingkungan Unesa.[]
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: