
Puspita Febry Damayanti bersama kedua orang tuanya. Ia berhasil menembus prodi terketat, S-1 Keperawatan, Fakultas Kedokteran Unesa jalur SNBP 2025. Prestasi dan strategi belajarnya bisa dicontoh.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Puspita Febry Damayanti berhasil menembus prodi dengan keketatan tertinggi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), S-1 Keperawatan, Fakultas Kedokteran (FK) pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Putri dari pasangan Abdul Ghozali dan Emy Shofiyah itu termasuk salah satu peserta termuda SNBP Unesa. Tercatat, ia kelahiran 3 Februari 2009. Artinya, per 1 April 2025, ia berusia 16 tahun lebih 1 bulan 29 hari.
Keberhasilannya menembus FK Unesa di usianya tersebut terletak pada prestasi dan program akselerasi. Ia tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki sederet prestasi membanggakan di bidang non-akademik.
“Saya pernah juara 3 KSM Geografi Kota Surabaya, medali perak Kimia ISO, medali perak Biologi Pesona, serta medali perak olimpiade dalam kompetisi festival lainnya,” ujar lulusan MAS Unggulan Amanatul Ummah Surabaya itu.
Strategi Belajar
Menjalani program akselerasi bukanlah hal mudah. Febry harus mampu memahami materi dalam waktu singkat, mengatur jadwal belajar, serta menjaga kesehatan agar tetap bisa belajar maksimal.
“Kunci utama saya adalah memahami materi dengan baik, mengatur waktu, dan tetap fokus pada tujuan, yakni menjadi tenaga medis profesional,” ucapnya.
Tantangan terbesar yang dihadapinya ketika menyeimbangkan antara akademik dengan kegiatan lainnya. Meskipun begitu, ia selalu berusaha mengejar materi yang tertinggal ketika sakit atau mengikuti perlombaan.
“Saya tidak mengikuti les tambahan, hanya mengandalkan pemahaman saya sendiri serta strategi belajar yang efektif dengan membaca, dan menulis ulang materi,” tandas perempuan yang memiliki hobi belajar itu.
Harapan Orang Tua
Sebagai peserta termuda, Febry sadar bahwa lingkungan perkuliahan akan jauh berbeda dari sekolah. Namun, pengalaman tinggal di pondok pesantren membentuknya menjadi pribadi yang mandiri dan mudah beradaptasi.
Keberhasilannya tersebut tidak terlepas dari kebiasaan sejak kecil yang selalu rajin belajar dan memiliki semangat tinggi dalam bersaing secara sehat dengan teman-temannya.
Ibunya, Emy Shofiyah menyampaikan bahwa anaknya selalu memiliki tekad kuat untuk terus berkembang dan tidak mau tertinggal dalam hal pelajaran.
“Alhamdulillah, anaknya rajin belajar, semangatnya tinggi, dan tidak mau kalah dengan teman-temannya dalam pelajaran di sekolah,” ungkap orang tuanya penuh bangga.
Dia berharap agar Febry tetap menjaga semangatnya selama menempuh pendidikan di Unesa. “Semoga Mbak Febry selalu semangat dalam belajarnya, semoga lancar dan sukses dalam cita-citanya, serta mendapatkan keberkahan dalam hidupnya,” tutur ibunya.[]
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Dok Puspita Febry Damayanti
Share It On: