
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA – Perkuliahan Luar Kelas (PLK) tidak sekadar menghadirkan pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga mampu melahirkan karya akademik yang inovatif, kontekstual, dan berdampak. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Ekspos PLK 2026 Program Studi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 9 Juni 2026 di Gedung I6 Srikandi FISIPOL UNESA.
Mengusung tema “Eksplorasi Sejarah Lokal dan Dinamika Masyarakat melalui Perkuliahan Luar Kelas dalam Perspektif Multidisipliner IPS”, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi terhadap hasil observasi lapangan mahasiswa Angkatan 2024 yang telah melakukan kajian langsung pada berbagai fenomena sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan di masyarakat.
Tiga karya terbaik dalam masing-masing kategori yaitu: artikel, infografis, dan presentasi, menunjukkan indikator keberhasilan pembelajaran berbasis lapangan yang mendorong mahasiswa menghasilkan luaran ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran IPS masa kini.
Pada kategori Artikel Terbaik, diraih Kelompok 5A melalui karya berjudul “Dinamika Sosial–Budaya Tradisi Ngirim Banyu Masyarakat Desa Claket Mojokerto dalam Pembelajaran Kontekstual IPS.”
Artikel tersebut mengupas kedalaman analisis yang kuat dalam mengkaji tradisi lokal sebagai sumber belajar IPS sekaligus mampu menghubungkan nilai-nilai budaya masyarakat dengan pembelajaran kontekstual di sekolah. Keunggulan tersebut menjadikan karya Kelompok 5A sebagai representasi bagaimana kearifan lokal dapat diangkat menjadi bahan pembelajaran yang bermakna dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Sementara itu, karya kategori Infografis Terbaik diberikan kepada Kelompok 2A melalui karya berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Tata Ruang Wisata Kebun Stroberi sebagai Destinasi Edukasi Berbasis Lahan Hortikultura di Desa Padusan Kecamatan Pacet.”

www.unesa.ac.id
Karya tersebut berhasil menarik perhatian dewan penilai karena mampu mengolah data hasil observasi lapangan menjadi sajian visual yang informatif, sistematis, dan mudah dipahami. Pemanfaatan elemen visual yang efektif dinilai mampu memperkuat penyampaian informasi sekaligus meningkatkan daya tarik hasil penelitian kepada publik.
Adapun karya kategori Presentator Terbaik diraih oleh Kelompok 4B yang mempresentasikan topik “Pengembangan Bahan Ajar IPS Autentik: Studi Validasi Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Lapangan di Lingkungan Rustic Market Pacet.”
Topik yang diangkat Kelompok 4B sendiri berfokus pada pengembangan E-LKPD berbasis lapangan yang memanfaatkan potensi ekonomi lokal di kawasan Rustic Market Pacet sebagai sumber belajar IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh nilai validitas sangat baik dari ahli materi maupun ahli media, sehingga dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran kontekstual.
Mewakili kelompoknya, Muhammad Sendi Pegriyanto, mahasiswa S-1 Pendidikan IPS UNESA mengungkapkan apresiasi atas hasil kerja sama seluruh anggota kelompok dalam mengembangkan bahan ajar yang mampu menghubungkan pembelajaran IPS dengan realitas kehidupan masyarakat.
"Kami berupaya menghadirkan bahan ajar yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang autentik melalui fenomena nyata di lingkungan sekitar. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran IPS yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik," ujarnya.
Ekspos PLK 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis pengalaman lapangan mampu mendorong mahasiswa mengembangkan keterampilan penelitian, komunikasi ilmiah, literasi visual, dan kemampuan berpikir kritis. Sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana proses pembelajaran yang kontekstual dapat menghasilkan lulusan calon pendidik IPS yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Reporter: Azhar
Editor: Basyir Aidi
Share It On: