Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Christopher, Lulusan Terbaik Psikologi Asah Ilmu dan Kompetensi di Dunia Kerja

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Ketertarikan pada psikologi industri membawa Christopher Robert Muljo tidak hanya belajar tentang perilaku manusia di ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut bekerja di lingkungan organisasi dan dunia kerja. Perjalanan akademik dan pengalaman itu mengantarkannya menjadi Wisudawan Terbaik Fakultas Psikologi (Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90 predikat Pujian pada wisuda ke-121 Unesa pada 12 Agustus 2026 lalu.

Christopher memilih Psikologi Unesa dengan mempertimbangkan kualitas pendidikan sekaligus lokasi kampus yang relatif dekat dengan tempat tinggalnya. Selama menjalani perkuliahan, minatnya berkembang pada bidang psikologi industri, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketertarikan tersebut kemudian dituangkan dalam skripsi berjudul Hubungan antara Job Insecurity dengan Psychological Well-Being pada Pekerja Harian Lepas. Ide penelitian itu lahir dari pengalaman ketika menjalani magang sekaligus bekerja di sebuah perusahaan yang masih mempekerjakan tenaga operasional dengan sistem pekerja harian lepas.

Hasil penelitian Christopher menunjukkan bahwa pekerja harian lepas di perusahaan tempat pengambilan data tidak mengalami tingkat job insecurity yang tinggi. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan telah mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan.

Pengalaman di dunia kerja juga memperkaya pemahamannya mengenai penerapan psikologi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Selama menjadi mahasiswa, Christopher aktif mengikuti berbagai organisasi dan program magang yang berkaitan dengan Human Resource.

Dalam proses rekrutmen, misalnya, ia melihat psikotes dan wawancara sebagai bagian penting untuk memahami karakteristik kandidat. Kedua proses tersebut membantu perusahaan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan tidak hanya kemampuan kandidat, tetapi juga kesesuaiannya dengan kebutuhan organisasi.

Menurut Christopher, hal serupa berlaku dalam penyusunan program pelatihan. Pengembangan sumber daya manusia perlu diawali dengan identifikasi masalah yang dihadapi perusahaan. Divisi Human Resource perlu memahami karakteristik karyawan, cara memperoleh data perilaku, hingga harapan karyawan terhadap program pelatihan yang akan dijalankan.

Pengalaman tersebut semakin matang ketika ia menjalani magang di Infarm Brand, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Di sana, Christopher terlibat dalam proses rekrutmen, administrasi SDM, pengembangan organisasi, serta mempelajari Organizational Development, Change Management, dan Talent Management.

Rekam jejak profesionalnya juga diisi pengalaman sebagai Talent Acquisition Intern, Head of People and Culture, dan Human Resource Intern. Ia juga terlibat dalam berbagai organisasi pengembangan kepemudaan di tingkat nasional maupun Asia Tenggara.

Berbagai pengalaman tersebut turut membentuk cara Christopher memimpin. Ia menggambarkan dirinya sebagai pemimpin yang komunikatif dan terbuka, tetapi tetap mampu menjaga batas profesional dengan anggota tim.

Perspektifnya juga berkembang melalui kesempatan mengikuti program mobilitas internasional. Pengalaman pertukaran pelajar membuatnya mempelajari perbedaan sistem pendidikan, budaya, dan cara masyarakat berinteraksi dalam lingkungan multikultural. “Kunci utamanya adalah menghormati keputusan orang lain dan tidak memaksakan pandangan kita kepada orang lain,” ujarnya.

Pengalaman praktis juga diperolehnya selama mengikuti kegiatan Pillar of Characters di Surabaya Grammar School. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi terjun langsung mengajarkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Pengalaman belajar di Rumah Sakit Jiwa juga memberinya kesempatan memahami praktik psikologi klinis dan kesehatan mental secara langsung.

Di balik berbagai pengalaman tersebut, perjalanan Christopher sebagai mahasiswa juga dihadapkan pada tantangan dalam membagi waktu. Ia harus menjalani perkuliahan sembari aktif berorganisasi, bekerja, dan merawat ibunya yang mengalami sakit dalam waktu cukup panjang.

Beragam pengalaman akademik, profesional, organisasi, dan kehidupan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Christopher hingga meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Psikologi Unesa. Baginya, proses belajar tidak hanya berlangsung melalui materi perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman memahami manusia, organisasi, dan berbagai situasi yang dihadapi secara langsung. ][

***

Penulis: Prismacintya

Editor: @zam*

Dok: Christopher Robert Muljo