
Unesa.ac.id. SURABAYA-- Penguatan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) membutuhkan tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan pengembangan profesi guru. Hal itulah yang dibahas dalam pertemuan Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Program Studi PPG Universitas Islam Makassar (UIM) di gedung PPG Unesa, Kampus II Lidah Wetan, pada Rabu 26 Agustus 2026.
Kepala BPPG Unesa, Fatkur Rohman Kafrawi, mengatakan kunjungan tersebut menjadi ruang bagi kedua perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat mutu penyelenggaraan PPG. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang melalui pertukaran praktik baik, baik dalam pengelolaan akademik maupun pengembangan program.
Salah satu hal yang menjadi pembahasan adalah pengalaman pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di luar negeri. BPPG Unesa memiliki program PPL di Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) yang menjadi salah satu program pengembangan pengalaman mahasiswa dalam menyiapkan diri sebagai guru profesional.
Selain PPL internasional, diskusi juga mencakup tata kelola akademik dan nonakademik penyelenggaraan PPG. Pertemuan tersebut membuka peluang tindak lanjut dalam bentuk seminar, workshop, hingga penelitian bersama antara Unesa dan UIM.
“Kami menyambut baik kunjungan UIM Makassar. Bagi kami, setiap proses berbagi pengalaman dan praktik baik merupakan bagian dari upaya untuk bersama-sama memperkuat penyelenggaraan PPG di Indonesia,” ucap Fatkur yang juga Ketua Forum Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Nasional itu.

Wakil Rektor II UIM, Badruddin Kaddas, mengatakan pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi UIM untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai aspek penyelenggaraan PPG. Selain tata kelola, pihaknya juga tertarik mempelajari pengembangan kemitraan internasional yang dapat memberikan pengalaman akademik lebih luas bagi mahasiswa.
“Kami mendapat banyak penguatan terkait dengan PPG, termasuk tata kelola, kelembagaan, teknik dan pengelolaan keuangan, serta mau belajar bagaimana kemudian membangun kemitraan di luar negeri,” ungkapnya.
Menurut Badruddin, berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kunjungan tersebut akan menjadi bahan bagi UIM untuk melakukan koordinasi internal sekaligus menyusun rancangan pengembangan Program Studi PPG.
Dalam sesi diskusi, Sekretaris BPPG Unesa, Faridha Nurhayati, memaparkan berbagai aspek penyelenggaraan PPG, mulai dari tata kelola akademik, perkuliahan, tugas akhir, hingga projek mahasiswa.
Pembahasan juga mencakup sejumlah program yang dikembangkan untuk mendukung kompetensi calon guru, termasuk PPL di Sekolah Indonesia di Luar Negeri, Inisiasi Senam Guru Indonesia (SGI), pelatihan dan tes kemampuan Bahasa Inggris (TEP), mata kuliah elektif Pengembangan Kebugaran dan Pendidikan Inklusi, publikasi artikel Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif, hingga pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk karya inovatif siswa.
“Dalam sesi ini kami menjelaskan tata kelola PPG Unesa, mulai dari struktur organisasi, pelaksanaan akademik, perkuliahan, tugas akhir, hingga projek mahasiswa. Kami juga menyampaikan sejumlah program unggulan PPG Unesa, termasuk program yang mendukung pengembangan kompetensi guru profesional dan pelaksanaan PPL di luar negeri,” ujar Faridha. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






