Tabloid Gema, media cetak kebanggaan mahasiswa Unesa, menambah wartawan. Sebanyak 30 mahasiswa yang mencalonkan sebagai wartawan mengikuti pelatihan jurnalistik terpadu di Pacet, Mojokerto, Jumat--Minggu, 17--19 Mei 2012. Mereka dilatih menulis segala tipe tulisan jurnalistik oleh dosen Unesa dan wartawan media umum, yang dahulunya lahir dari tabloid Gema."Kunci seorang wartawan adalah disiplin diri karena terikat oleh waktu", ujar Suyatno, redaksi ahli tabloid Gema dan saat ini kepala Humas Unesa. Yang paling penting bagi seorang jurnalis adalah disiplin diri dan keterbukaan hati karena jurnalis itu diikat oleh batas waktu dan menghadapi kasus yang kadang tidak sesuai dengan hati. "Apalagi, tulisan itu dapat mengubah pikiran orang lain", tambah mantan ketua jurusan bahasa dan sastra Indonesia itu.
Peserta sebelum melakukan jelajah alam sebagai sumber tulisan dibekali dasar jurnalistik oleh pembina tabloid Gema, Moh. Najid (dosen JBSI Unesa) dan Prita (wartawan Radar Surabaya). Mereka menyusuri alam Pacet untuk mengolah tulisan sebagai syarat menjadi wartawan Gema. (Lia/syt)
Share It On: