Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Unesa Tingkatkan Mutu Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berstandar Internasional

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meningkatkan indeksasi jurnal Scopus yang menghadirkan Ketua Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) Universitas Airlangga (Unair), Ferry Efendi, di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kampus II Lidah Wetan, pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri pengelola jurnal selingkung Unesa. Langkah ini menjadi penting seiring semakin ketatnya standar publikasi ilmiah internasional. Kondisi tersebut mendorong pengelola jurnal untuk memperkuat kualitas artikel, tata kelola editorial, dan kontribusi ilmiah sebagai fondasi penguatan indeksasi internasional.

Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo mengatakan, penguatan jurnal diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas dan jumlah jurnal Unesa yang mampu memenuhi standar indeksasi internasional.

“Tujuan utamanya adalah memperkuat jurnal-jurnal Unesa agar dapat terindeks Scopus, sehingga diharapkan ke depan jumlahnya dapat meningkat dan kualitas jurnal semakin baik,” ujarnya.

Ia melanjutkan, perkembangan standar pengelolaan jurnal membuat kualitas menjadi perhatian utama. Jika sebelumnya aspek administratif menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan jurnal, kini pengelola dituntut lebih kuat dalam memastikan kualitas artikel, proses editorial, dan kontribusi ilmiah.

Menurutnya, indeksasi Scopus bukan parameter langsung dalam peningkatan peringkat maupun akreditasi perguruan tinggi. Namun, keberadaan jurnal yang memenuhi standar internasional menjadi salah satu gambaran kualitas publikasi ilmiah dan reputasi akademik perguruan tinggi.

Sementara itu, Ferry Efendi menekankan bahwa pengelola jurnal perlu mengubah cara pandang terhadap Scopus. Menurutnya, pertanyaan yang perlu dibangun bukan hanya mengenai syarat agar jurnal dapat masuk Scopus, tetapi sejauh mana jurnal mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

“Scopus bukan pencapaian administratif. Scopus adalah pengakuan atas kualitas ilmiah. Kualitas harus dibangun, bukan dipoles,” tegasnya.

Ia menjelaskan, salah satu fondasi jurnal berkualitas terletak pada kapasitas editorial. Editor tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, seperti menerima dan meneruskan naskah kepada reviewer.

Editor perlu memiliki kemampuan melakukan desk screening, menilai novelty, research gap, kontribusi teoritis, ketepatan metodologi, hingga relevansi temuan sebelum menentukan keputusan editorial.

Ia juga mengingatkan pengelola jurnal untuk memperhatikan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dalam publikasi ilmiah. Menurutnya, jurnal perlu memiliki kebijakan yang jelas mengenai penggunaan AI oleh penulis, editor, maupun reviewer, termasuk mengenai tanggung jawab terhadap isi naskah dan perlindungan kerahasiaan naskah yang sedang dalam proses review.

Selain kualitas editorial, internasionalisasi juga perlu dibangun melalui kualitas konten dan kontribusi ilmiah. Menurutnya, internasionalisasi jurnal tidak cukup hanya dengan menambahkan nama editor atau reviewer dari luar negeri. Jurnal harus mampu menghasilkan konten yang memiliki keterbacaan global dan relevan bagi komunitas ilmiah internasional. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa