
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Direktorat Unesa Global Engagement (UGE) menerima kunjungan Tim Kerja Sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Kamis, 27 November 2025 di Gedung Rektorat Lantai 8 Kampus II Lidah Wetan, Surabaya
Kunjungan UTM ini dimaksud untuk memperkuat jejaring internasional, bertukar pengalaman, serta mempelajari praktik baik pengelolaan kerja sama global yang dijalanan Unesa, khususnya dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo).
Asrori, Kasubdit Urusan Internasional UGE menyampaikan apresiasi atas kunjungan UTM dan menegaskan komitmen Unesa untuk terus membuka ruang dialog dan kolaborasi antar-perguruan tinggi.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk saling berbagi praktik baik dalam upaya penguatan internasionalisasi di masing-masing perguruan tinggi,” ujarnya.
Wakil Dekan 3 FKIP UTM, Wanda Ramansyah menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi langkah strategis bagi UTM yang kini tengah memperkuat kelembagaan dan memperluas jaringan internasional.
“Kami membutuhkan banyak informasi dan pendampingan. Kami memanfaatkan relasi kolega dengan Unesa untuk belajar dan berkolaborasi berdampak positif bagi institusi. Fokus kami ada dua, yakni memperkuat kelembagaan kerja sama luar negeri dan mempersiapkan keikutsertaan program Sea Teacher dari Seameo,” terangnya.
Sesi diskusi, Asrori memaparkan perjalanan Unesa dalam membangun kerja sama internasional melalui Seameo. Unesa telah bergabung dalam program Sea Teacher sejak 2020, yang merupakan salah satu program unggulan di bawah Seameo Secretariat.
Pada tahun 2022, Unesa melakukan kunjungan resmi ke Seameo Secretariat dan menandatangani MoU sebagai dasar pelaksanaan program Sea-Teacher.
“Sea-Teacher harus dimulai dengan kerja sama dengan Seameo. Setelah itu, barulah kita masuk ke center atau brand Seameo yang lain. Seameo open untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, sehingga UTM bisa mulai menyusun program dan proposal kerja sama sejak awal,” jelasnya.

www.unesa.ac.id
Lebih lanjut, Asrori menerangkan bahwa Seameo memiliki banyak center di kawasan Asia Tenggara dengan fokus bidang yang berbeda. Di antaranya Seameo Voctech di Brunei yang bergerak pada bidang vokasi; Seameo Sen di Malaysia yang fokus pada pendidikan kebutuhan khusus; serta berbagai Seameo center di Indonesia seperti Seaqim, Seaqis, Seaqil dan Ceccep yang menangani bidang matematika, sains, bahasa, dan PAUD.
Asrori menilai bahwa dengan program bersama seperti itu, koneksi akan terbangun lebih cepat, kemudian berlanjut pada kolaborasi yang lebih konkret, dan pada tahap berikutnya bisa diarahkan menuju penyusunan atau penandatanganan MoU.
Fasih Bintang Ilhami, Kepala Seksi Student Mobility UGE Unesa juga menjelaskan secara rinci mekanisme Sea Teacher, mulai dari proses penjaringan partner, model kerja sama, peran Seameo, hingga teknis pelaksanaan dan evaluasi kegiatan di sekolah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program banyak dipengaruhi kesiapan universitas dalam menyediakan fasilitas, komunikasi dengan sekolah mitra, serta pengelolaan monitoring dan sertifikat peserta.
“Mahasiswa akan mendapat dua sertifikat dari Universitas dan Seameo. Selain itu, setiap peserta diminta menghasilkan video laporan kegiatan sebagai bentuk dokumentasi yang dipantau melalui blogspot Seameo,” imbuhnya. []
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: