
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjajaki kerja sama strategis dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam rangka memperkuat peran kampus sebagai ruang inklusif dan berperspektif hak asasi.
Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam diskusi yang berlangsung di Rektorat Unesa Kampus II Unesa, Lidah Wetan, Rabu (17/12/2025), bersamaan dengan kunjungan kerja Tim Komnas HAM.
Diskusi ini difokuskan pada perumusan arah kolaborasi yang berdampak nyata, tidak hanya bagi penguatan kelembagaan, tetapi juga bagi civitas akademika dan masyarakat luas. Kerja sama dirancang untuk mendorong pemajuan HAM melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai tiga pilar utama Tridarma Perguruan Tinggi.
Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Komnas HAM, Gatot Ristanto, menegaskan bahwa upaya penegakan dan pemajuan HAM tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan strategi kolaboratif yang melibatkan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang HAM karena perannya sebagai pusat edukasi, pengembangan pemikiran kritis, sekaligus agen perubahan sosial. Dengan menggandeng perguruan tinggi, nilai-nilai HAM dapat ditanamkan secara lebih sistematis dan berkelanjutan, terutama melalui generasi muda.
Gatot juga menilai Unesa memiliki modal kuat untuk menjadi mitra strategis Komnas HAM, khususnya di wilayah Jawa Timur. Berbagai inisiatif yang telah dijalankan Unesa, mulai dari penguatan isu disabilitas hingga pemenuhan hak-hak dasar lainnya, menjadi fondasi penting untuk mengembangkan program kolaboratif yang lebih luas dan terstruktur.

www.unesa.ac.id
Sejalan dengan itu, Dekan Fakultas Hukum Unesa, Arinto Nugroho menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mengintegrasikan nilai-nilai HAM ke dalam pelaksanaan tridarma. Unesa mendorong agar isu HAM tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi juga diterjemahkan dalam kegiatan yang berdampak.
Sejumlah program kerja sama yang dibahas antara lain penyelenggaraan kuliah tamu, peningkatan literasi dan kesadaran HAM melalui kegiatan lintas fakultas dan lintas perguruan tinggi, hingga penguatan publikasi ilmiah. Dalam konteks ini, keberadaan Jurnal Suara Hukum yang memiliki fokus kajian hukum dan HAM dinilai dapat menjadi kanal strategis untuk menyebarluaskan gagasan dan praktik baik terkait hak asasi manusia.
Dengan fokus yang lebih spesifik pada isu human rights, kolaborasi ini diharapkan memberi nilai tambah bagi kedua belah pihak. Bagi Unesa, kerja sama ini memperkuat identitas kampus inklusi dan berdampak; bagi Komnas HAM, kemitraan ini membuka ruang perluasan jangkauan edukasi dan advokasi HAM berbasis akademik.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) pada tahun mendatang. Bersamaan dengan itu, akan dirancang program-program kolaboratif yang lebih spesifik, terukur, dan berorientasi pada dampak jangka panjang bagi lembaga, civitas akademika, serta masyarakat.][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: