
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menunjukkan kiprahnya dalam menghasilkan riset dan inovatif yang berdampak di bidang pangan. Tim peneliti Unesa berhasil mengembangkan Smart Active Packaging berbasis film halochromic, sebuah teknologi kemasan cerdas yang dirancang untuk menjaga kesegaran daging sekaligus melindungi dari kontaminasi berbahaya.
Penelitian ini dipimpin oleh Asrul Bahar bersama Maria Monica Sianita Basukiwardojo, dan Samik melalui program DRTPM dengan judul ‘Film Halochromic Multifungsi Berbasis Gelatin-Kitosan Nanofiber dengan Nanofiller ZnO dan Antosianin Clitoria ternatea sebagai Smart Active Packaging untuk Pengawetan Daging.’
Asrul Bahar menjelaskan, inovasi ini hadir sebagai solusi atas tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap daging, terutama daging sapi, yang rentan terkontaminasi bakteri patogen seperti E. coli, Listeria monocytogenes, Salmonella, dan Staphylococcus aureus.
“Smart active packaging ini tidak hanya memperpanjang masa simpan daging melalui kandungan antioksidan dan antimikroba, tetapi juga memberi indikator visual berupa perubahan warna sesuai pH untuk mendeteksi kesegaran produk,” paparnya.
Riset ini memadukan biopolimer gelatin dan kitosan yang ramah lingkungan dengan nanopartikel seng oksida (ZnONP) yang stabil, nontoksik, dan berdaya antibakteri tinggi. Inovasi tersebut diperkuat dengan pigmen antosianin dari bunga Clitoria ternatea yang berfungsi sebagai sensor warna alami.

www.unesa.ac.id
Perpaduan material ini menjadikan kemasan tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan, karena berpotensi mengurangi ketergantungan pada plastik berbasis minyak bumi.
Dalam proses pengembangan, tim menggunakan teknik electrospinning untuk menghasilkan serat nano, lalu melakukan serangkaian uji ilmiah seperti uji kuat tarik, uji aktivitas antioksidan, sensitivitas pH, hingga uji mikrobiologi.
Hasil awal menunjukkan bahwa kemasan ini mampu bekerja efektif dalam mendeteksi kesegaran dan memberikan perlindungan nyata terhadap kontaminasi mikroba. Samik menambahkan bahwa hasil riset ini sudah didaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI) paten.
“Harapannya, inovasi ini dapat menjawab kebutuhan industri pangan sekaligus memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Kami juga ingin mendukung upaya pengurangan pencemaran lingkungan melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Kehadiran Smart Active Packaging ini menjadi bukti nyata bahwa riset perguruan tinggi mampu menghadirkan terobosan strategis yang bermanfaat luas. Tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen dan pemasok dalam menjaga kualitas produk. Unesa menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan penelitian yang aplikatif, solutif, dan berkontribusi langsung pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia. []
***
Penulis: Tim Humas Unesa
Editor: @zam*
Foto: Dok Peneliti Smart Active Packaging
Share It On: