
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Bagi sebagian orang, keberhasilan sering kali dibayangkan sebagai satu lompatan besar. Namun, bagi Fathimatus Putri Ardiana, rahasia di balik kesuksesannya justru terletak pada konsistensi melakukan langkah-langkah kecil setiap harinya.
Prinsip inilah yang mengantarkan mahasiswi program studi S-1 Pendidikan IPS tersebut dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) pada wisuda 118, Februari 2026 lalu.
Putri, sapaan akrabnya, mencatatkan prestasi gemilang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 sekaligus menuntaskan masa studi hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan dedikasi tinggi dari seorang putri karyawan swasta dan ibu rumah tangga asal Mojokerto ini. Tumbuh dalam kesederhanaan, alumni SMA Negeri 1 Puri ini mewarisi nilai keikhlasan dan kerja keras yang menjadi fondasi utamanya dalam menempuh pendidikan tinggi.
"Satu paragraf yang ditulis hari ini jauh lebih berharga daripada menunggu kesempurnaan tanpa kemajuan," ucapnya mengenang masa-masa sulit menyusun tugas akhir.
Baginya, produktivitas harian jauh lebih penting daripada ambisi yang meledak-ledak namun sesaat. Dedikasinya pada dunia pendidikan ia tuangkan dalam skripsi inovatif berjudul “Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa”.
Riset ini lahir dari kegelisahannya melihat mengamati IPS yang selama ini identik dengan hafalan. Melalui pendekatan digital yang kontekstual, ia berupaya membuktikan bahwa IPS bisa menjadi subjek yang interaktif dan mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah nyata.
Ketajaman risetnya tidak hanya teruji di ruang kelas. Sepanjang tahun 2025, Putri bersama timnya sukses membawa pulang gelar juara umum Pekan Ilmiah Andalas di Universitas Andalas, Sumatra Barat, termasuk menyabet penghargaan best presentation.
Pengalaman kompetisi ini kian matang berkat hibah penelitian mahasiswa Fisipol yang ia peroleh pada 2024, yang memungkinkannya mengembangkan metodologi penelitian secara lebih sistematis.
Meski sibuk dengan riset dan perlombaan, Putri tetap aktif berorganisasi. Ia pernah mengemban amanah sebagai Kepala Departemen Dikti HMP Pendidikan IPS tahun 2024 serta Sekretaris Umum BSO Social Movement Solidarity. Keseimbangan antara prestasi akademik dan kecakapan organisasi inilah yang membentuk karakternya menjadi sosok yang mandiri dan adaptif.
Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana, ia berkomitmen untuk mengabdikan diri sebagai pendidik. Ia bercita-cita menjadi guru yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi para peserta didiknya. ][
***
Reporter: Sindy Riska Fadillah (Fisipol)
Editor: @zam*
Dokumentasi: Fathimatus Putri Ardiana
Share It On: