Skripsi yang ditulis berjudul “Makna Sekolah Inklusi bagi Penyelenggara Pendidikan SDN Kebon Agung II Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo.” Dalam skripsi tersebut ia mendapatkan pengalaman yang menarik. Ia tidak hanya belajar memahami karakter siswa SD, melainkan harus menghadapi anak berkebutuhan khusus. “Memang tidak mudah bisa memahami anak berkebutuhan khusus, jika dilakukan dengan rasa senang pasti semuanya akan lancar” ujarnya.
Pria kelahiran 25 tahun silam tersebut tidak hanya aktif dalam kegiatan pembelajaran saja, kegiatan luar kampus seperti HIMA pernah diikuti. Di sisi lain, ia juga hobi menulis. Tulisannya beberpa kali sudah dibukukan. Meskipun buku tersebut bersifat antologi puisi, ia merasa senang nantinya puisi yang ia tulis bisa dinikmati oleh banyak orang. (dayat/wahyu/sir)
Share It On: