Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Pre-University Labschool Unesa Bekali Siswa menuju Dunia Perguruan Tinggi

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Pengalaman mengenal dunia perguruan tinggi dapat dimulai sejak di bangku sekolah menengah. Sebanyak 168 siswa kelas 10 SMA Labschool Unesa mulai menjalani pengalaman belajar layaknya mahasiswa melalui program Pre-University di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (1/9/2026).

Program yang dipusatkan di ruang T8.01.09 tersebut dirancang untuk memperkuat penguasaan bahasa asing sekaligus memberikan pengalaman akademik kepada siswa sejak dini. Selama satu semester, mereka akan mengikuti mata kuliah dasar bersama mahasiswa baru Unesa.

Direktur Lembaga Labschool Unesa, Sujarwanto mengatakan pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa siswa, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi lingkungan perguruan tinggi.

“Harapannya, kompetensi bahasa mereka meningkat signifikan dan secara psikologis mereka lebih siap serta percaya diri saat memasuki dunia perkuliahan yang sesungguhnya nanti,” ujarnya.

Pilihan bahasa dalam program tersebut disesuaikan dengan peminatan siswa. Sebanyak 81 siswa mengambil bahasa Inggris, 35 siswa bahasa Jerman, 32 siswa bahasa Mandarin, dan 19 siswa bahasa Jepang. Pembelajaran bahasa asing tersebut diarahkan menjadi salah satu bekal bagi siswa yang memiliki rencana melanjutkan studi ke luar negeri.

Kepala SMA Labschool Unesa 1, Dewi Purwanti, mengatakan pengalaman belajar melalui kerja sama dengan FBS Unesa menjadi bekal bagi siswa yang memiliki target melanjutkan pendidikan ke negara seperti Jepang, Jerman, maupun China.

“Nanti kalau anak-anak diterima di perguruan tinggi luar negeri, mereka memiliki bekal bahasa yang bagus dengan kerja sama FBS Unesa melalui kegiatan Pre-University,” ujarnya.

Pembelajaran juga tidak berhenti setelah satu semester perkuliahan selesai. Dekan FBS Unesa, Syafi’ul Anam, menyiapkan program pendampingan “Sabalnesa” atau Sahabat Bahasa Unesa.

Program tersebut melibatkan puluhan mahasiswa senior sebagai relawan yang akan melatih dan mendampingi siswa di lingkungan sekolah untuk menjaga keberlanjutan kemampuan bahasa mereka.

Bagi siswa, program ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menentukan dan menguji minat mereka terhadap bahasa yang dipelajari. Caryssa Putri Nararaya, siswa kelas 10 yang memilih bahasa Mandarin, misalnya, memilih bahasa tersebut karena ingin memperoleh tantangan baru meskipun sudah cukup fasih berbahasa Inggris.

“Saya ingin kuliah dan menetap di China, jadi ini kesempatan bagus untuk belajar langsung, meski bagian tersulitnya adalah menyesuaikan pelafalan,” ungkapnya.

Pada akhir program, siswa akan memperoleh sertifikat sebagai bagian dari portofolio prestasi. Sertifikat tersebut juga disebut dapat mendukung akses beasiswa serta diakui sebagai mata kuliah yang telah ditempuh apabila siswa melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa. ][

***

Reporter : Azam Mudzaky (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):