Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Unesa Kirim Tim Tanggap Bencana ke NTT, Percepat Pemulihan Sektor Kesehatan hingga Pendidikan

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengirim tim lintas disiplin ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana. Selain layanan kesehatan dan dukungan psikososial, tim juga membawa misi menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak melalui penyelenggaraan sekolah darurat.

Tim yang tergabung dalam program Unesa Peduli Bencana tersebut dilepas pada Minggu, 30 Agustus 2026, dalam rangkaian Unesa Medic Run di Fakultas Kedokteran (FK) dan Unesa Bersholawat di Lapangan Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.

Sebanyak 15 personel bertugas di NTT pada 3–7 September 2026 dengan pusat kegiatan di Posko Manggarai. Tim merupakan kolaborasi Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC), FK, Fakultas Psikologi, Satgas PPKPT, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa.

Direktur Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa, Mutimmatul Faidah, mengatakan tim berkolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Santo Paulus dalam memberikan pendampingan di wilayah terdampak.

“Tim Unesa berkolaborasi dengan sejumlah kampus dan mitra yang ada di sana agar program tepat sasaran di wilayah terdampak,” ujarnya.

Di lapangan, tim menjalankan empat layanan utama, yakni pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial, sekolah darurat bencana, serta penyaluran logistik dan bantuan kemanusiaan.

Pendekatan lintas bidang tersebut memungkinkan kebutuhan masyarakat terdampak ditangani secara lebih menyeluruh. Layanan kesehatan ditujukan untuk membantu kebutuhan medis, sementara pendampingan psikososial diarahkan untuk mendukung pemulihan kondisi mental masyarakat setelah menghadapi situasi krisis.

Pada sektor pendidikan, Unesa menyiapkan sekolah darurat agar anak-anak tetap memiliki ruang belajar selama masa pemulihan. Tim juga akan memberikan pelatihan kepada guru agar mampu melakukan pendampingan pembelajaran dalam situasi darurat.

“Sekolah tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun karena pendidikan merupakan investasi terpenting bagi masa depan bangsa,” imbuh Direktur PPIS.

Rektor Unesa Nurhasan melanjutkan, pendampingan pendidikan tidak berhenti setelah masa tugas lapangan selesai. Unesa akan melakukan pemantauan secara daring untuk menjaga keberlanjutan program sekolah darurat yang telah dijalankan.

Selain masyarakat terdampak, perhatian juga diberikan kepada mahasiswa Unesa asal NTT yang terdampak bencana. menyampaikan bahwa mahasiswa yang terdampak akan memperoleh pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga menyelesaikan studi.

Pengiriman tim tanggap bencana tersebut sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menghadapi situasi darurat melalui kekuatan yang dimilikinya, mulai dari keahlian kesehatan, psikologi, pendidikan, hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Pendekatan yang kami berikan membuat bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendukung proses pemulihan masyarakat dan keberlanjutan pendidikan,” tutup Cak Hasan. ][

***

Penulis: Puput

Foto: Tim Humas Unesa

Editor: @zam*