Jangan heran jika setiap wisuda di Unesa, ada massa yang bergerombol di depan pintu masuk. Termasuk wisuda ke-79 kali ini, pelataran gedung Bima penuh oleh kerumunan laki-laki atau perempuan, tua atau muda. Mereka adalah keluarga wisudawan yang turut serta menyaksikan keluarga, anak, kerabatnya yang diwisuda namun tidak membawa undangan. Walhasil, mereka cukup menyaksikan prosesi wisuda melalui tv besar."Saya orang tua wisudawan, Mas. Tapi tidak masuk karena undangannya dipakai oleh nenek dan kakeknya," ujar seorang ibu, orang tua wisudawan dari PGSD, Sabtu, 8 Maret 2014. Ibu itu cukup duduk di kursi pelataran sambil melihat siaran langsung dari tv. "Bagaimana lagi, la, semua pingin ikut, kok," jelasnya. Ada lagi, mahasiswa Unesa (masih aktif berkuliah) yang duduk di pelataran. Tanya punya tanya, dia menyaksikan sang pacar tetapi tidak turut masuk karena undangan dipakai kedua orang tua.
Wisuda ke-79 Unesa sangat sukses karena prosesi berjalan dengan lancar. "Tempat duduk tidak berdesak-desakkan sehingga kami bisa konsentrasi," ujar Putri, wisudawan dari Jurusan Bahasa Indonesia. Kesuksesan itu akibat waktu prosesi yang dibagi tiga momen. (yy/syt)
Share It On: