Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Musrenbang 2027, Unesa Perkuat Transformasi yang Berdampak bagi Masyarakat

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Setiap program yang dirancang perguruan tinggi pada akhirnya perlu menjawab satu hal: dampak apa yang dihasilkan? Aspek itulah yang diperkuat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam menyusun strategi pengembangan institusi melalui Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan (Musrenbang) Unesa Tahun 2027.

Forum yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, tersebut mengusung tema “Menata Strategi, Memperkuat Sinergi, Mengakselerasi Unesa Berdampak.” Perencanaan diarahkan agar inovasi, kebijakan, program, target kinerja, dan penganggaran tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terorkestrasi dalam satu misi besar Unesa.

Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan menegaskan bahwa kebijakan, program, riset, dan inovasi Unesa harus mampu menjawab kebutuhan pengembangan lembaga dan kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Arah transformasi Unesa yaitu memastikan semua program dan inovasi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya bagi civitas dan masyarakat,” tandas Cak Hasan.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, mengatakan penyusunan rencana 2027 dilakukan secara lebih tajam, terintegrasi, dan kolaboratif.

“Lewat kegiatan ini, kita bersama-sama menyelaraskan arah kebijakan, prioritas program, target kinerja, penganggaran, serta agenda pengembangan universitas. Perencanaan tahun 2027 perlu disusun semakin tajam, terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil serta dampak yang nyata,” ujarnya.

Dari Perencanaan ke Dampak

Arah tersebut mendorong setiap unit kerja di lingkungan Unesa untuk tidak hanya menyusun program, tetapi memperjelas keterkaitan antara program, target, sumber daya, dan hasil yang hendak dicapai.

Karena itu, kolaborasi lintas unit menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan 2027. Pembagian peran perlu diperjelas agar berbagai program dapat berjalan terpadu, sementara monitoring dan evaluasi diperkuat untuk memastikan pelaksanaannya tetap efektif.

Pengembangan bidang akademik dan kemahasiswaan, misalnya, diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, relevansi lulusan, penguatan program studi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.

Pada bidang penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, perhatian diarahkan pada peningkatan kualitas riset, hilirisasi inovasi, serta kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, penguatan sumber daya manusia, tata kelola digital, sarana prasarana, kemitraan, internasionalisasi, dan kemandirian sebagai PTN-BH menjadi bagian lain dari agenda pengembangan Unesa 2027.

Menjawab Tantangan Pendidikan

Pembahasan dalam Musrenbang juga ditempatkan dalam konteks perubahan arah pendidikan tinggi nasional. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesditjen Dikti), Setiawan, turut memberikan perspektif mengenai isu strategis dan arah pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola, peningkatan mutu pendidikan tinggi, relevansi lulusan, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi perguruan tinggi melalui riset dan inovasi yang berdampak.

Arah tersebut juga menempatkan tata kelola perguruan tinggi yang partisipatif, transparan, dan akuntabel sebagai bagian penting dalam penguatan kelembagaan.

Perguruan tinggi juga didorong untuk memastikan pendidikan yang diselenggarakan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Unesa, arah tersebut menjadi pijakan dalam menyusun agenda pengembangan 2027. Melalui perencanaan yang lebih terintegrasi, setiap program diharapkan tidak berhenti pada pencapaian target administratif, tetapi bergerak menuju hasil yang dapat dirasakan sivitas akademika, masyarakat, dan pembangunan nasional. ][

***

Penulis: Puput

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa