Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Unesa Academic Transformation Summit 2026 Fokus Tingkatkan Mutu dan Layanan yang Terintegrasi

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., YOGYAKARTA—Perkembangan artificial intelligence (AI), perubahan karakter mahasiswa, serta tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis mendorong perguruan tinggi untuk tidak lagi bertahan dengan pola pendidikan konvensional. Kurikulum, pembelajaran, dan pengalaman belajar perlu terus beradaptasi agar lulusan tetap relevan dan berdaya saing.

Menjawab tantangan tersebut, Unesa memperkuat transformasi akademik melalui Unesa Academic Transformation Summit 2026 bertajuk “From Transformation to Impact: Shaping a Smart Academic University” di Hyatt Regency Yogyakarta, 22–24 Agustus 2026.

Forum strategis tersebut mempertemukan pimpinan universitas, dekan, direktur, kepala lembaga, kepala badan, serta koordinator program studi (korprodi) selingkung Unesa. Kegiatan menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai arah transformasi akademik, berbagi praktik baik perubahan akademik di tingkat fakultas dan program studi.

Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan menegaskan transformasi akademik tidak sebatas digitalisasi layanan, tetapi menyangkut perubahan cara berpikir, bekerja, mengambil keputusan, mengajar, belajar, melakukan penelitian, hingga memberikan layanan kepada mahasiswa.

“Transformasi adalah ketika kita mengubah cara kita berpikir, bekerja, mengambil keputusan, mengajar, belajar, melakukan penelitian, melayani mahasiswa, dan menciptakan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, transformasi akademik setidaknya mencakup empat dimensi, yakni transformasi pembelajaran, tata kelola akademik, riset dan inovasi, serta pengalaman belajar mahasiswa.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menyampaikan bahwa transformasi akademik perlu dilakukan karena karakter mahasiswa telah berubah dan kebutuhan dunia kerja semakin menuntut keterampilan digital. Selain itu, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas serta mutu pembelajaran dan layanan akademik.

Martadi menambahkan, salah satu agenda utama transformasi ialah memastikan kurikulum mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan abad ke-21. Kurikulum juga perlu mengakomodasi kebutuhan baru, termasuk penguatan kompetensi terkait AI, coding, serta pemanfaatan smart classroom sebagai sarana pembelajaran digital.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dosen dari sekadar pengajar menjadi fasilitator pembelajaran. Di tengah kemudahan akses informasi dan perkembangan AI, mahasiswa perlu difasilitasi untuk memilih, menyaring, mendalami, serta mengevaluasi informasi sehingga mampu berpikir kritis dan menghasilkan kreativitas maupun inovasi.

Penguatan transformasi kurikulum tersebut turut menjadi bahasan dalam workshop yang menghadirkan rektor senior Unesa, Muchlas Samani. Dalam materi “Transformasi Kurikulum di Era AI: Bahan Renungan bagi Dosen,” ia mengajak civitas merefleksikan apa yang dipelajari mahasiswa, bagaimana cara mereka belajar, dan bagaimana ketercapaiannya dievaluasi.

Menurutnya, perkembangan AI dan perubahan pola kerja menuntut perguruan tinggi untuk kembali mempertanyakan relevansi kurikulum yang diterapkan. Ia mendorong dosen untuk tidak hanya mempertahankan materi dan metode pembelajaran yang sudah ada, tetapi terus mengevaluasi relevansinya dengan kebutuhan masa depan, termasuk relevansi mata kuliah, cara mengajar, dan profil lulusan program studi. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa