
Muhamad Safa Faadihilah, wisudawan terbaik Unesa dari Fakultas Teknik merayakan momen spesialnya bersama orang tua tercinta. Congratulation ya!
Unesa.ac.id. SURABAYA—Di tengah dunia yang serba cepat dan berubah, Muhamad Safa Faadihilah memilih berjalan pelan, penuh konsistensi, tetapi pasti. Tidak tergesa, tetapi tak pernah berhenti. Ketekunan itulah yang menuntunnya menjadi wisudawan terbaik Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK 3,92 pada Wisuda ke-116.
Sejak duduk di bangku sekolah, Safa telah akrab dengan dunia teknologi. Ia belajar pemrograman dari layar komputer sederhana di rumahnya di Kediri. Dari sanalah lahir keyakinan bahwa teknologi bukan sekadar kumpulan kode, melainkan bahasa untuk menghadirkan solusi bagi manusia.
“Teknologi itu soal kemanfaatan. Bagaimana pengetahuan kita bisa membuat hidup orang lain lebih mudah,” ujarnya tenang.
Keyakinan itu ia bawa hingga bangku kuliah di Pendidikan Teknologi Informasi Unesa. Di sana, ia menemukan ruang untuk tumbuh—bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai pembelajar seumur hidup.
Safa dikenal sebagai mahasiswa yang tak hanya berprestasi di akademik, tetapi juga aktif menebar pengaruh positif. Ia sempat lolos Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak Jatim II dan Dinas Kominfo Kota Surabaya, di mana ia berkontribusi sebagai IT Web Developer untuk sistem aplikasi layanan publik.
Perjalanan itu berlanjut ketika Safa terpilih mengikuti program Samsung Innovation Campus 5 (SIC5) dan Plan International x Lenovo Cohort Capstone Project—dua ajang nasional yang hanya menerima peserta terpilih. Di sana, ia memperdalam teknologi masa depan: Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Web Development.
Namun, di balik sederet pencapaian itu, Safa bukan tanpa ujian. Ia pernah hampir menyerah saat menghadapi tumpukan tugas dan tanggung jawab organisasi. Tapi di setiap titik lelah, ia memilih bertahan.
“Saya percaya, yang membuat seseorang berhasil bukan hanya kepintaran, tapi kemauan untuk terus melangkah ketika yang lain berhenti,” tuturnya lirih.
Kesungguhannya dalam belajar membuahkan karya nyata. Tugas akhirnya berjudul “Rancang Bangun Aclever Berbasis Website Menggunakan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Back End Web Development” menjadi bukti komitmennya pada pendidikan berbasis proyek dan inovasi pembelajaran digital.
Kini, setelah diwisuda, Safa berencana menapaki dunia profesional di bidang teknologi dan melanjutkan studi ke jenjang magister. Ia ingin tetap belajar, berbagi, dan memberi manfaat lewat dunia yang ia cintai—teknologi.
“Saya ingin terus belajar, karena ilmu itu cahaya. Dan tugas kita sederhana: menjaga cahayanya agar tidak padam,” ujarnya. ][
***
Penulis: Hasna
Editor: @zam*
Foto: Dok Muhamad Safa Faadihilah
Share It On: