
www.unesa.ac.id
Awal perkuliahan Indriani memang tidak seperti mahasiswa baru lainnya yang dapat menikmati masa pengenalan kampus atau PKKMB. Pada waktu itu Indri mendapatkan musibah yakni sakit dan harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Indri pernah merasa gagal dalam pengerjaan skripsinya karena banyak revisi yang diberikan dosen. Beruntung, ia bisa bangkit dan menganggap kegagalan sebagai cambuk untuk bangkit kembali. Kini, usahanya berbuah manis. Indri pun dinobatkan berhasil meraih predikat wisudwan terbaik.
Perempuan berusia 22 tahun tersebut berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu mendukung dan mendoakan segala langkah yang dikerjakan. Ia juga berterima kasih kepada dosen yang tidak kenal lelah memberikan pengetahuan kepadanya. “Warisan terbaik dalam hidup adalah ilmu yang bermanfaat,” pungkasnya. (dayat/wahyu/sir)
Share It On: