
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mempertegas komitmennya dalam mencetak calon pendidik profesional yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan pretest kebugaran jasmani bagi 614 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di halaman Gedung LPSP, Kampus II Lidah Wetan, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Kepala Pusat PPG Unesa, Fatkur Rohman Kafrawi, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan guru yang siap mengabdi di berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi fisik yang tangguh. Sebagai kampus dengan keunggulan di bidang olahraga, Unesa memandang kebugaran sebagai syarat mutlak bagi seorang pendidik.
“Seorang guru profesional tidak cukup hanya sehat, tetapi harus bugar. Jika bugar, mereka memiliki daya tahan lebih, sehingga risiko izin atau terlambat karena sakit menjadi rendah. Mereka pun bisa tampil ceria sebagai role model yang berenergi di depan kelas,” ungkapnya.
Pelaksanaan tes tahun ini menunjukkan komitmen inklusivitas Unesa yang nyata. Di antara ratusan peserta, terdapat dua mahasiswa tunanetra dari program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), yakni Muhammad Dzulfikar dan Kelvin, yang turut mengikuti rangkaian uji kebugaran tersebut.

www.unesa.ac.id
Meski memiliki keterbatasan penglihatan, keduanya merupakan atlet lari (sprinter) berprestasi yang terbiasa dengan disiplin latihan fisik. Partisipasi mereka membuktikan bahwa standar kebugaran guru berlaku untuk seluruh calon pendidik tanpa terkecuali, dengan tetap memberikan pendampingan dan prosedur tes yang adaptif sesuai kebutuhan mahasiswa disabilitas.
Program pengembangan kebugaran ini akan berlangsung secara intensif selama dua semester. Mahasiswa diwajibkan melakukan latihan fisik minimal 150 menit per minggu, membiasakan naik tangga hingga lantai empat, serta menguasai Senam Guru Indonesia. Targetnya, rata-rata kategori kebugaran mahasiswa meningkat dari "Cukup" menjadi "Baik".
Hasil tingkat kebugaran ini nantinya akan dicantumkan secara transparan dalam sertifikat kelulusan tanpa adanya manipulasi nilai. Hal ini dimaksudkan sebagai nilai tawar (bargaining power) bagi lulusan Unesa saat memasuki dunia kerja di instansi pendidikan.
“Kami menjunjung tinggi objektivitas. Jika kategorinya 'Baik', maka akan tertulis demikian. Transparansi ini penting agar kepala sekolah yang menerima mereka nantinya yakin bahwa guru lulusan Unesa benar-benar bugar dan siap menjalankan tugas secara total,” pungkasnya.][
***
Reporter: Azam (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: