
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Civitas Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjalani pemeriksaan kesehatan dan kebugaran jasmani di Gedung U4 FIKK, Unesa, Kampus II Lidah Wetan, pada Kamis, 4 Desember 2025.
Layanan tes kesehatan dan kebugaran yang diselenggarakan FIKK bekerja sama dengan Kimia Farma ini melayani serangkaian pemeriksaan, mulai dari komposisi tubuh, kadar glukosa darah, kolesterol, dan analisis magnetik magnetik resonansi kuantum. Selain itu juga ada rockport tes.
Mewakili pimpinan Unesa, Bambang Yulianto, Direktur Sekolah Pascasarjana Unesa menyatakan bahwa program kolaborasi ini merupakan program yang vital, yang penunjang peningkatan kualitas kesehatan dan kebugaran.
Melalui tes ini, civitas dapat mengetahui kondisi kesehatan dan tubuhnya seperti struktur tulang, fungsi hati, dan saraf.

www.unesa.ac.id
Tidak hanya pemeriksaan, tim kesehatan juga memberikan rekomendasi dan saran mengenai langkah yang tepat, baik itu terkait pencegahan maupun penanganan kondisi kesehatan tertentu yang dialami civitas.
"Saya kira ini langkah yang bagus, karena kesehatan adalah yang utama. Kondisi kesehatan civitas menentukan proses pembelajaran dan hingga pelayanan yang ada di kampus,” terang guru besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) itu.
Selain itu, program ini menjadi langkah yang bagus untuk terus dilanjutkan, terutama dalam meningkatkan inisiatif fakultas lain untuk melakukan hal yang sama.
"Alat-alat yang disediakan di sini juga sudah modern. Satu kali melakukan asesmen bisa terdeteksi, paling tidak bisa tahu bagaimana kondisi tubuh. Mudah-mudahan bisa diantisipasi bagi kita semua agar ke depannya lebih bagus menjaga kesehatan kita," tambahnya.

www.unesa.ac.id
PIC tes kesehatan, Ahmad Burhanuddin Kusuma Nugraha menyatakan program rutinan ini telah berjalan sejak tahun lalu.
"Untuk yang hari ini, kita adakan kerja sama dengan Kimia Farma. Jadi ini baru yang pertama kali. Kimia Farma menyediakan salah satu item tes tambahan berupa Quantum Resonance Magnetic Analyzer,” jelasnya.
Selain itu, tes kebugaran dilakukan dengan alat ukur VO2max yang bisa dilihat dari para peserta yang mengikuti tes sebagai indikator.
"Jadi kedepannya semoga acara ini tetap dilaksanakan rutin. Harapannya, setahun dilaksanakan sebanyak tiga kali. Untuk setahun harapannya tiga kali. Dan nantinya juga kita berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di FIKK, tetapi juga di fakultas-fakultas lain yang ada di Unesa," tandasnya. ][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: