
Wakil Rektor I Unesa, Martadi menerima penghargaan yang diserahkan langsung CEO Media Guru Indonesia, Mohammad Ihsan dalam Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) 2025.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menutup akhir November dengan capaian membanggakan. Kampus ini berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) 2025 yang digelar Media Guru Indonesia di Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Sabtu, 29 November 2025.
Dua penghargaan tersebut yaitu sebagai Perguruan Tinggi Pelopor Literasi 2025 dan Program Literasi Perguruan Tinggi Terbaik 2025. Penghargaan diterima oleh Martadi, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, bersama Abdul Hafidz, Wakil Dekan Bidang II Fakultas Vokasi (FV) Unesa.
Mewakili Rektor Unesa, Cak Hasan, Wakil Rektor I Martadi juga menyampaikan orasi pada forum nasional tersebut. Dalam pandangannya, guru tetap menjadi pilar utama kemajuan bangsa.
Memang—lanjutnya—masih adanya pertanyaan mendasar: apakah Indonesia telah benar-benar menempatkan profesi guru pada posisi yang semestinya, sebagaimana negara maju seperti Finlandia atau Jepang?
Ia kemudian menguraikan perubahan budaya literasi di Indonesia. Perkembangan teknologi mendorong masyarakat bergerak cepat dari budaya lisan menuju budaya membaca, menulis, hingga budaya visual.
Dominasi penggunaan gawai membuat masyarakat—terutama generasi muda—melompat terlalu cepat ke era visual tanpa menuntaskan fase membaca dan menulis. Kondisi inilah yang, menurutnya, turut memengaruhi rendahnya tingkat literasi nasional.

Penghargaan kedua diterima Abdul Hafidz, Wakil Dekan Bidang II Fakultas Vokasi (FV) Unesa dari CEO Media Guru Indonesia, Mohammad Ihsan.
Martadi menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras civitas yang ‘tidak kenal lelah’ dalam merancang dan melaksanakan program penguatan literasi di berbagai daerah.
“Capaian ini menjadi apresiasi atas berbagai upaya yang dijalankan Unesa selama ini untuk terus dan terus meningkatkan kualitas literasi. Ini harus jadi tambahan semangat dalam menggencarkan lagi gerakan literasi yang berkualitas, dan berdampak di masyarakat,” ucapnya.
Di sisi lain, penghargaan tersebut menjadi penegasan atas komitmen Unesa dalam menguatkan ekosistem literasi di berbagai fakultas, termasuk Fakultas Vokasi. Hafidz menyebut bahwa capaian ini menjadi dorongan sekaligus tantangan bagi pendidikan vokasi untuk terus mencetak lulusan yang siap kerja dalam berbagai situasi.
Ia juga menyoroti kekhasan FV Unesa, khususnya bidang olahraga, yang menjadi satu-satunya di Indonesia memiliki Program Studi Analisis Performa Olahraga. Program ini dibentuk untuk menjawab kebutuhan olahraga modern yang menuntut pendekatan berbasis sains, data, dan analisis performa secara sistematis.
“Fakultas Vokasi Unesa merasa perlu mengembangkan program-program unggulan yang dimiliki,” ujarnya. Ia berharap fakultas dapat membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa, serta memperkuat kiprah mereka tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional.
Penghargaan ganda dari TNGP 2025 menjadi momentum penting bagi Unesa untuk terus memperkuat budaya literasi dan memperluas kontribusinya bagi dunia pendidikan di Indonesia. []
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: