
Pertemuan Unesa dan UNM membahas kolaborasi dan sharing tata kelola PPG di Indonesia
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan pertemuan dalam rangka sharing penguatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Gedung LPSP, Kampus Unesa 2 Lidah Wetan, Surabaya, pada Kamis, 11 September 2025.
Rombongan dari Kota Daeng itu disambut Direktur Kerja sama Unesa, Slamet Setiawan dan jajarannya. Ia menyatakan bahwa sharing dan kolaborasi lintas perguruan tinggi ini penting. Setiap lembaga memiliki sejarah dan perjalanan sendiri. Namun, dengan berbagi informasi dan pengalaman, setiap perguruan tinggi dapat terus berkembang.
“Semoga kerja sama dan komunikasi antar perguruan tinggi dapat ditingkatkan. Jangan sungkan untuk saling bertanya, berdiskusi, dan berkolaborasi. Apalagi perkembangan pendidikan, khususnya PPG begitu pesat tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.
Perwakilan pihak UNM, Suardi, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan PPG termasuk reakreditasi menuju unggul.
“Tentu kami ke Unesa untuk belajar praktik baik sekaligus berbagi pengalaman. Semoga, masing-masing LPTK dapat fokus pada bidang tertentu dan saling melengkapi, sehingga pengelolaan PPG di Indonesia semakin kuat,” ucapnya.

Kolaborasi ini penting untuk sama-sama memperkuat program pendidikan khusus PPG sebagai pondasi penting kemajuan pendidikan menuju Indonesia Emas
Pada sesi diskusi, Julianto dari BPPG Unesa menerangkan tentang tata kelola PPG, pendampingan mahasiswa, hingga sistem penjaminan mutu internal. Ia menjelaskan bahwa audit mutu internal dilaksanakan rutin setiap tahun bekerja sama dengan Gugus Penjamin Mutu (GPM) dan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unesa.
Audit mencakup kurikulum, visi misi, hingga monitoring dan evaluasi pembelajaran. Lebih lanjut, ia menjelaskan kurikulum akan terus diperbarui, di antaranya dengan penambahan mata kuliah pendidikan inklusif lintas program.
Dengan demikian, lulusan PPG Unesa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi inklusif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Dalam tiga tahun terakhir, PPG Unesa mencatatkan capaian penting termasuk publikasi artikel ilmiah mahasiswa, pemecahan rekor MURI lewat senam guru Indonesia, hingga target menjadi LPTK terbaik penyelenggara PPG nasional pada 2025.
“Sejumlah inovasi lainnya juga digagas, seperti PPL di sekolah Indonesia luar negeri, pelatihan TEP, seminar internasional bersama Western Sydney University, hingga layanan podcast edukatif,” terang Julianto.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP) dan Diah Asri Magdavi (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: