
Pertemuan pembahasan kerja sama dipimpin Kasubdit International Engagement and Grants Unesa, Beni Setiawan dan Andre Soe, Direktur Intact Surabaya.
Unesa.ac.id. SURABAYA— Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus mengembangkan kerja sama dengan sejumlah mitra, salah satunya dengan Intact Surabaya, perwakilan resmi program pendidikan dan industri Taiwan. Penjajakan peluang kerja dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Rektorat, Kampus II Lidah Wetan pada Rabu, 17 Desember 2025.
Kasubdit International Engagement and Grants, Beni Setiawan menyambut dan menegaskan komitmen Unesa dalam membuka akses global bagi mahasiswa dan dosen melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional.
“Unesa terus mendorong internasionalisasi melalui kemitraan yang berdampak langsung bagi pengembangan akademik, riset, dan kesiapan karier lulusan. Kerja sama dengan Taiwan menjadi peluang penting bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya.
Andre Soe, Direktur Intact Surabaya yang didampingi Dody Hendarto selaku Konsultan Edukasi menuturkan bahwa lembaganya bukan agen tenaga kerja, melainkan perwakilan resmi yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Taiwan untuk menjaring talenta unggul dari Indonesia.
“Kami tidak mencari tenaga kerja biasa, tetapi talenta intelektual. Unesa masuk dalam 50 perguruan tinggi terbaik Indonesia yang direkomendasikan pemerintah Taiwan, sehingga menjadi mitra strategis bagi kami,” ungkapnya.

www.unesa.ac.id
Ia memaparkan program unggulan INTENSE Program, yaitu skema pendidikan berbasis STEM yang mengintegrasikan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi sekaligus memperoleh kepastian kerja di industri Taiwan.
“Konsepnya bukan magang, tetapi kuliah selesai langsung bekerja. Industri di Taiwan justru kekurangan tenaga profesional, sehingga kebutuhan talenta asing sangat tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Konsultan Edukasi Intact Dody Hendarto menegaskan bahwa program ini terbuka luas bagi mahasiswa non-STEM.
“Mahasiswa dari ekonomi, psikologi, kesehatan, hingga pendidikan tetap memiliki peluang. Mereka umumnya ditempatkan pada posisi officer seperti HR, keuangan, quality control, atau K3,” ujarnya.
Pimpinan fakultas Unesa yang hadir menyambut baik program tersebut. Menurut perwakilan fakultas, kerja sama ini selaras dengan kebijakan kampus berdampak dan penguatan kompetensi global mahasiswa.
Selain mobilitas mahasiswa, kerja sama ini juga mencakup pertukaran dosen, riset bersama, joint publication, student exchange, serta peluang postdoctoral dengan universitas mitra di Taiwan. Kegiatan diakhiri dengan diskusi teknis tindak lanjut kerja sama, termasuk penyusunan MoU dan MoA, serta pembentukan tim koordinasi. ][,
***
Reporter: Rosvelia Anggita Putri Ananta (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: