
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Direktorat Unesa Global Engagement (UGE) menginisiasi kerja sama dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Pertemuan berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 7 pada Selasa, 11 November 2025.
Kepala Subdirektorat Partnership and Promotion UGE, Slamet Setiawan menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi, sejalan dengan tujuan Unesa sebagai kampus menuju world class university.
“Kami sangat antusias mendiskusikan peluang kerja sama ini. FPCI adalah mitra yang tepat untuk memperkuat eksposur internasional mahasiswa. Ini kolaborasi yang positif bagi lembaga, terlebih lagi Unesa baru membuka prodi Hubungan Internasional,” jelas guru besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa itu.
Menurutnya, penjajakan kerja sama mencakup beberapa agenda, mulai dari pengiriman mahasiswa ke kegiatan CIFP (Conference on Indonesian Foreign Policy), penyusunan program bersama di tahun 2026, hingga potensi penyelenggaraan guest lecture.
Senada dengan itu, Koordinator Program Studi S-1 Hubungan Internasional Unesa, Maya Mustika Kartika Sari menegaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa HI yang menuntut pengalaman lintas negara serta jejaring profesional yang luas.
Ia menambahkan bahwa FPCI memiliki jaringan global yang kuat, tidak hanya di bidang politik dan kenegaraan, tetapi juga komunitas akademik di berbagai negara sehingga sangat mendukung target student mobility dan internasionalisasi prodi.

www.unesa.ac.id
“Kami menyambut baik orientasi kerja sama ini. Kolaborasi dengan FPCI akan memperluas relasi mahasiswa dan membuka peluang magang di berbagai lembaga, termasuk internship di kedutaan. ini sangat relevan dengan kebutuhan kompetensi internasional mahasiswa HI,” ujarnya.
Koordinator FPCI University Chapter, Herdho Husna Akmala memaparkan selayang pandang mengenai organisasi tersebut, mulai dari pengertian, mitra strategis, hingga program yang dijalankan.
Ia menjelaskan FPCI merupakan organisasi independen yang bergerak di bidang hubungan internasional dan kebijakan luar negeri dengan jaringan luas yang melibatkan akademisi, diplomat, pemerintah, hingga komunitas global.
Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan bahwa audiensi bersama Unesa bertujuan memperkenalkan peluang kolaborasi sekaligus mengundang mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan besar CIFP (Conference on Indonesian Foreign Policy) yang akan digelar pada 29 November 2025 di Jakarta.
“Ini sudah seperti ‘lebarannya anak HI’, karena mereka bisa bertemu diplomat, pembicara internasional, serta mendapatkan wawasan langsung dari para pakar,” terang Akmal.
Selain itu, FPCI juga menyiapkan program Global Town Hall, rangkaian diskusi publik internasional yang menghadirkan perspektif North, South, East, dan West, yang akan berlangsung pada 15 November 2025 secara daring.
Terkait rencana guest lecture, Akmala menambahkan bahwa pembahasannya masih berjalan dan akan diteruskan pada penyusunan MoU ketika disepakati kedua pihak.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: