
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Pusat Gender, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak se-Indonesia (ASWGI) menggelar pelatihan secara daring yang dikuti jajaran dosen pada Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan bertajuk “Winning Gender Grand Strategy: Penyusunan Proposal Berkualitas untuk Hibah Nasional” ini diadakan untuk membantu para dosen dan peneliti di seluruh Indonesia agar lebih mudah mendapatkan dana bantuan penelitian tingkat nasional.
Untuk membagikan strategi langsung dari pusatnya, kegiatan ini menghadirkan dua periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yaitu Umi Mu’awanah dan Abu Amar Fauzi.
Mewakili pimpinan LPPM Unesa, Kepala Pusat Studi Gender, Sjafiatul Mardliyah, menegaskan bahwa penelitian tentang gender sangat penting dilakukan karena hasilnya bisa menjadi jawaban atas berbagai masalah sosial, ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan anak bangsa.
“Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh wawasan praktis mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan sebuah proposal, sekaligus memahami strategi penyusunan proposal penelitian yang berkualitas,” ucapnya.
Ketua Umum ASWGI, Arianti Ina Restiani Hunga menuturkan, pelatihan ini adalah langkah nyata untuk memperkuat semangat lembaga studi gender di lembaga pendidikan tinggi. Ia ingin pusat studi tidak hanya aktif di atas kertas, tetapi juga produktif menghasilkan karya nyata, pengabdian, serta bantuan hukum yang berdampak bagi masyarakat luas.
“Target Utama dari kegiatan ini adalah tersusunnya proposal penelitian yang kompetitif dan berbasis kolaborasi, sehingga mampu bersaing untuk memperoleh pendanaan di tingkat nasional maupun internasional,” paparnya memberikan semangat kepada peserta.
Saat memasuki sesi materi, tim periset dari BRIN menjelaskan berbagai pilihan bantuan dana riset yang bisa dimanfaatkan, seperti skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIM) Kompetisi, RIM Strategis, RIM PKR, hingga RIM Startups. Mereka memberikan tips bahwa salah satu syarat utama agar proposal bisa lolos adalah dengan mengajak minimal satu atau dua Pusat Riset di BRIN yang sesuai dengan topik yang diteliti untuk bekerja sama.
Selain itu, para periset BRIN ini juga membeberkan kiat agar proposal dilirik tim penilai, yaitu isi penelitian harus sejalan dengan program utama yang sedang digarap oleh pemerintah saat ini.
Proposal juga harus memiliki unsur kebaruan, artinya masalah yang diteliti belum pernah dijawab oleh peneliti lain sebelumnya. Terakhir, peneliti harus bisa menunjukkan hubungan yang jelas antara masalah, tujuan, dan cara menelitinya, serta memastikan hasil akhirnya nanti memiliki manfaat yang nyata dan bisa diukur di tengah masyarakat. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: