Unesa merupakan salah salah satu dari enam universitas di Indonesia yang akan membuka pusat Bahasa Mandarin (Confusius Centre), dalam hal ini Unesa melakukan kerjasama dengan Nanchang University. Acara yang digelar di ITC (27/2) menjadi langkah awal Unesa untuk membangun hubungan yang lebih erat lagi dengan Cina. Dalam sambutannya Ali Markus menuturkan, " Semoga dapat terjalin suatu hubungan yang lebih baik lagi antara Indonesia dan Cina" begitu ungkap Ketua Paguyuban Senopati ini.
Sejalan dengan harapan Ali Markus, Rektor Unesa, Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.pd., mengungkapkan rasa bangga dengan terjalinnya kerjasama antara Unesa dan Nanchang University. "Ada satu warga Cina yang telah menamatkan S-2 di Unesa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, sekarang sudah kembali ke Cina dan menjadi dosen di sana." ungkap pria berkacamata itu.
Berbagai seni dan tarian ditampilkan oleh mahasiswa Nanchang University, diantaranya tari pemotong kertas, topeng berganti wajah, dan beberapa tarian lainnya. Tak mau kalah, Kiky salah satu mahasiswa Unesa, menunjukkan bakat dengan suara khasnya menyanyikan tiga lagu Mandarin. Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLB) ini mampu menghafal sekitar 200 lagu Mandarin.
Prof. Lai Yihua, ketua prodi Pendidikan Bahasa Mandarin dari Nanchang University berharap agar Unesa dan Nanchang mampu bekerjasama dengan baik. Hal ini didukung pula oleh Wang Huagen, Konjen RRT Surabaya, "Semoga ke depannya ada program saling memperkenalkan seni dan budaya antara Cina dan Indonesia". Acara tersebut merupakan salah satu bukti Unesa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, selaras dengan visinya Growing with Character. [Zainur Rahman_Humas]
Sejalan dengan harapan Ali Markus, Rektor Unesa, Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.pd., mengungkapkan rasa bangga dengan terjalinnya kerjasama antara Unesa dan Nanchang University. "Ada satu warga Cina yang telah menamatkan S-2 di Unesa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, sekarang sudah kembali ke Cina dan menjadi dosen di sana." ungkap pria berkacamata itu.
Berbagai seni dan tarian ditampilkan oleh mahasiswa Nanchang University, diantaranya tari pemotong kertas, topeng berganti wajah, dan beberapa tarian lainnya. Tak mau kalah, Kiky salah satu mahasiswa Unesa, menunjukkan bakat dengan suara khasnya menyanyikan tiga lagu Mandarin. Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLB) ini mampu menghafal sekitar 200 lagu Mandarin.
Prof. Lai Yihua, ketua prodi Pendidikan Bahasa Mandarin dari Nanchang University berharap agar Unesa dan Nanchang mampu bekerjasama dengan baik. Hal ini didukung pula oleh Wang Huagen, Konjen RRT Surabaya, "Semoga ke depannya ada program saling memperkenalkan seni dan budaya antara Cina dan Indonesia". Acara tersebut merupakan salah satu bukti Unesa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, selaras dengan visinya Growing with Character. [Zainur Rahman_Humas]
Share It On: