Sudah 32 tahun Teater Institut (TI) Unesa berdiri. Selama itu pula TI mempersembahkan karya-karya terbaiknya. Salah satunya adalah Anomali. Ya, pertunjukan seni drama yang dimainkan mahasiswa Unesa itu menjadi saksi dimulainya Festival Seni Surabaya (FSS) 2011 yang berlangsung di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Genteng Kali 85 Surabaya pada Senin (31/10) . Diakui Andi Nilo S., sang sutradara bahwa keaktifan TI tampil di khalayak ramai sudah dimulai sejak 1996. Anomali menggambarkan perputaran kekuasaan para elit yang menyebabkan kondisi rakyat sengsara. Kini sering kita jumpai bangunan-bangunan yang menjulang tinggi di perkotaan namun keberadaannya itu justru menimbulkan dampak negatif, seperti global warming.
Bagaimanapun Tuhan adil. Kebenaran akan selalu mengalahkan kebatilan. Pada akhir cerita memperlihatkan kekuasaan penguasa berakhir setelah mereka semakin menggila dan berpesta di atas penderitaan kaum pekerja (rakyat, red) dan akhirnya kaum pekerjalah yang menang sedangkan para penguasa menyadari kesalahannya. (Rizka Amalia_Humas Unesa)
Share It On: