
Unesa.ac.id. SURABAYA—Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026 telah resmi diluncurkan pada Selasa, 17 September 2025. Selain peluncurannya yang lebih awal, seleksi penerimaan mahasiswa baru itu hadir dengan sejumlah perubahan dari tahun sebelumnya.
Perubahan itu mencakup percepatan jadwal peluncuran jadwal seleksi, dan penambahan syarat Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jalur prestasi. Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Martadi menilai bahwa sejumlah perubahan tersebut merupakan terobosan untuk memastikan seleksi yang lebih adil dan objektif.
Perubahan yang ada--lanjutnya--merupakan bentuk penyempurnaan, bukan perombakan total dari sistem seleksi tahun sebelumnya. “Dasarnya yaitu hasil evaluasi SNPMB tahun ini yang kemudian sistem seleksinya diperkuat dan disempurnakan lagi,” ucapnya.
Mengenai jadwal seleksi yang dimajukan pada Desember 2025, Martadi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana sekolah sering kali kewalahan dan kekurangan waktu untuk mempersiapkan data siswa yang eligible.
Dengan jadwal yang lebih maju, sekolah memiliki banyak waktu untuk proses input data dan hambatan seperti permintaan perpanjangan waktu, dapat dihindari. "Dengan peluncuran yang lebih awal, sekolah punya waktu yang cukup untuk menyiapkan semua hal yang dibutuhkan," tambahnya.
Perubahan kedua yang paling krusial adalah penambahan syarat wajib TKA khusus untuk jalur prestasi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia menegaskan bahwa TKA yang bersifat opsional pada tahun sebelumnya kini menjadi syarat wajib bagi siswa yang ingin masuk melalui jalur ini.
"Mereka yang masuk pada jalur ini harus punya TKA. Sehingga TKA yang bersifat optional bagi yang akan masuk jalur SNBP menjadi wajib," jelasnya.
Pakar pendidikan Unesa itu mengimbau siswa kelas XII yang berpotensi masuk kuota sekolah untuk segera mempersiapkan diri mengikuti TKA sejak dini, karena ini menjadi syarat mutlak agar mereka bisa dinyatakan eligible.
Unesa, terang Martadi, menyambut baik sejumlah penyempurnaan yang dilakukan. TKA menjadi variabel yang memberikan objektivitas lebih dalam seleksi. Selama ini seleksi jalur prestasi hanya mengandalkan nilai rapor, yang variannya sangat beragam antar-sekolah.
"Dengan TKA ini harapannya kekhawatiran bahwa varian rapor yang terlalu beragam itu bisa terimbangi juga dengan nilai TKA. Karena TKA kan standar nasional," jelasnya.
Dengan sejumlah penyempurnaan itu, ia berharap SNPMB 2026 lebih fleksibel, efisien, transparan, adil, akuntabel, dan berkualitas. Ia membericontoh, jika ada siswa dengan nilai rapor tinggi, tetapi TKA-nya rendah, atau sebaliknya, hal ini akan menjadi bahan pertimbangan.
Hal itu juga akan mendorong sekolah untuk memberikan nilai yang lebih autentik dan sesuai dengan standar nasional. "Unesa menyambut positif karena kita menjadi memiliki variabel lain yang harapannya lebih objektif untuk mempertimbangkan seorang calon mahasiswa ini, layak untuk diterima melalui jalur prestasi atau tidak," tutupnya. []
***
Reporter: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Share It On: