
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan monitoring review bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terkait pelaksanaan program Bina Talenta Indonesia sejak September hingga Oktober 2025 di Gedung Rektorat, Kampus 2 Lidah Wetan pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program Bina Talenta Indonesia yang diamanahkan kepada Unesa.
"Sebagai rumah para juara, kita bangga dapat bersinergi dengan Puspersnas untuk melahirkan insan-insan yang berprestasi dan membanggakan bangsa lewat bidangnya masing-masing. Kita terus dukung program ini agar tetap berlanjut di kemudian hari," ujarnya.
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono menyampaikan bahwa program nasional ini bertujuan untuk mengembangkan talenta murid dan kapasitas guru sebagai pemandu talenta di bidang STEM, koding, dan kecerdasan artifisial, serta penguatan karakter.
"Kami merasa senang bisa bermitra dengan Unesa karena Unesa memiliki kesiapan yang sangat baik dalam menjalankan program Bina Talenta Indonesia. Kesiapan dari segi SDM yang kuat dan sarpras yang sangat memadai," ucapnya.
Rooselyna Ekawati selaku PIC Bina Talenta Unesa, menuturkan bahwa Unesa mendapat amanah untuk membimbing sebanyak 1.359 peserta, menjadikannya universitas dengan jumlah peserta terbanyak yang dipercayakan oleh Puspresnas.

"Alhamdulillah kita diamanahi sebanyak 1.359 peserta yang kita bimbing dan Unesa adalah satu-satunya universitas di tahun ini yang mendapatkan amanah terbanyak dari Puspresnas," ujarnya.
Adapun pelaksanaan program saat ini, lanjutnya, sudah berada di pertengahan masa bimbingan. Proses pendampingan dilakukan secara daring (online) setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.
Materi yang diberikan meliputi tiga fokus utama yakni STEM dan Karakter, Kecerdasan Artifisial dan Karakter, serta Coding dan Karakter. Kelas-kelas online tersebut menampung seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga menyampaikan progres program serta kendala-kendala yang dihadapi. Ia menyebutkan bahwa kendala seperti sistem yang dikembangkan dan perlu adanya penyederhanaan agar proses bimbingan ke depan dapat berjalan lebih lancar.
Pihak Unesa, tambah dosen S1 Pendidikan Matematika itu, juga menampung harapan besar dari para peserta. Banyak dari mereka yang mengharapkan adanya pertemuan secara luring (offline) di kampus Unesa.
Pertemuan tatap muka ini nantinya bukan untuk mengulang materi yang sudah diberikan secara daring, melainkan untuk melakukan pendalaman proyek dan memfasilitasi peserta, baik guru pemandu maupun siswa, untuk langsung melakukan praktik sederhana terkait materi STEM dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Program ini sendiri telah diberi jatah pertemuan sebanyak 14 kali, dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung jenis programnya. "Harapannya, tindak lanjut berupa pertemuan luring dapat segera direalisasikan guna memaksimalkan potensi dan keterampilan para talenta muda Indonesia," tutupnya. []
***
Reporter: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: