
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Sebanyak 13.563 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara resmi dilepas untuk mengikuti berbagai program mobilitas akademik tahun 2025/2026. Acara pelepasan berlangsung pada Senin, 8 September 2025, di Gedung Lembaga Pendidikan dan Sertifikasi Profesi (LPSP) Kampus 2 Lidah Wetan Surabaya.
Kepala Subdirektorat Pertukaran Mahasiswa dan Mobilitas Akademik Unesa, M. Jacky menjelaskan bahwa belasan ribu mahasiswa ini tersebar di beberapa program. Mayoritas mahasiswa mengikuti program magang berdampak dengan total 5.761 peserta, diikuti asistensi mengajar dengan jumlah 2.323 peserta.
Selain itu, terdapat 1.683 mahasiswa yang berpartisipasi dalam KKN Tematik dan 353 mahasiswa untuk program riset. Sementara itu, studi independen diikuti oleh 1.689 mahasiswa, pertukaran mahasiswa sebanyak 1.000 peserta, dan program Wirausaha diikuti oleh 737 mahasiswa. Program proyek kemanusiaan melibatkan 17 peserta.

www.unesa.ac.id
"Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tetap menjaga nama baik almamater dimanapun program yang kalian jalani, terus asah soft skill dan hard skill agar menjadi pribadi yang berdampak bagi sekitar," pesan M. Jacky.
Direktur Direktorat Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (DTPTP) Unesa, Fida Rachmadiarti berharap program-program ini akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa. Ia juga menekankan bahwa partisipasi dalam program ini dapat membantu mahasiswa menghasilkan publikasi atau karya yang bisa direkognisi sebagai tugas akhir, sehingga mempercepat kelulusan mereka.
Kolaborasi Berdampak
Pelepasan mahasiswa ini juga diisi dengan kolaborasi strategis antara Unesa dan Kinobi, sebuah platform yang fokus pada pengembangan proyek berdampak. Menurut Market Development Lead Kinobi, Ni Luh Dila Diah Paranita, kolaborasi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata yang relevan dengan kebutuhan industri.
Inisiatif ini berfokus pada lima pilar utama: kolaborasi, inovasi, keberlanjutan, dampak terukur, dan pemberdayaan. Melalui program ini, mahasiswa dapat terlibat dalam berbagai kegiatan seperti magang, riset, KKN Tematik, studi independen, dan asistensi mengajar.

www.unesa.ac.id
Proyek-proyek ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan mendorong kontribusi langsung kepada masyarakat.
Ni Luh Dila Paranita menjelaskan, mahasiswa yang berpartisipasi akan mendapatkan manfaat seperti pengalaman kerja yang relevan, jaringan profesional yang luas, dan portofolio nyata yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.
"Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya lulus dengan nilai bagus, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri dan kesadaran sosial untuk memberikan kontribusi nyata," tutur Ni Luh Dila.
Keberhasilan kolaborasi ini akan diukur dari peningkatan kompetensi mahasiswa, dampak sosial yang terukur, dan keberlanjutan proyek yang dijalankan. Diharapkan, program ini dapat memupuk sinergi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat. []
***
Reporter: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: