
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Muhammad Hendri Firdaus membuktikan bahwa puncak prestasi tidak pernah dicapai melalui jalan pintas. Mahasiswa Program Studi S-2 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angkatan 2024 ini sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di ajang SEA Games XXXIII Thailand 2025.
Bagi Hendri, capaian di cabang olahraga hockey tersebut adalah buah dari proses panjang yang telah ia rintis sejak satu dekade silam.
Ketertarikannya pada hockey bermula sejak duduk di bangku SMA di Gresik pada tahun 2016. Saat banyak rekan sebayanya memilih olahraga populer lain, ia justru melihat potensi besar dalam hockey yang ia yakini mampu membawanya melaju ke level dunia.
Keyakinan itulah yang membuatnya konsisten bertahan, berproses, hingga akhirnya berhasil mewujudkan mimpi mengenakan medali emas di lehernya setelah penantian bertahun-tahun.
Perjuangan di Thailand menjadi momen yang paling menguras emosi sekaligus membanggakan bagi Hendri. Ia mengenang bagaimana setiap pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi, di mana teknik bukan lagi satu-satunya penentu.
Baginya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari pertaruhan komitmen, kepercayaan antar-pemain, dan tekad untuk tidak menyerah hingga peluit akhir berbunyi demi menjaga marwah Merah Putih.
Di balik gemilangnya medali emas, Hendri menjalani disiplin latihan yang ketat, yakni dua kali sehari untuk melampaui batas fisik dan mentalnya. Hockey indoor menuntutnya untuk tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan cepat di lapangan.
Saat menghadapi tekanan mental, terutama ketika melawan rival terberat seperti Malaysia, Hendri memiliki ritual khusus untuk menjaga fokus; mendengarkan musik dan menelepon orang tua agar merasa tenang sebelum turun bertanding.
Di tengah kesibukan sebagai atlet nasional, Hendri tetap mampu menyeimbangkan kewajibannya sebagai mahasiswa pascasarjana di Unesa.
Ia mengaku dukungan penuh dari kampus, terutama fleksibilitas kebijakan akademik, menjadi faktor penting yang membuatnya tidak terbebani saat harus membagi waktu antara lapangan dan perkuliahan.
Baginya, Unesa telah memberikan ruang kepercayaan yang besar bagi mahasiswa atlet untuk terus mengembangkan potensi terbaik mereka.
Medali emas ini ia persembahkan untuk kedua orang tuanya sekaligus sebagai harapan agar hockey semakin populer di Indonesia. Hendri kini bertekad untuk terus belajar dan mengasah diri, baik di kancah olahraga maupun dunia akademik.
Ia mengajak generasi muda agar tidak pernah lelah berproses dan percaya pada kekuatan doa. "Semua berawal dari mimpi yang mungkin awalnya terasa mustahil. Tapi dengan doa dan usaha, mimpi itu menjadi nyata. Impossible is nothing," pungkasnya. ][
***
Reporter: Ja’far (FIP)
Editor: @zam*
Dok: Muhammad Hendri Firdaus
Share It On: