
Maylafaiza Iffada merayakan hari wisudanya bersama kedua orang tua, dan keluarga besar.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Ketekunan dan manajemen waktu yang baik menjadi kunci kesuksesan Maylafaiza Iffada, wisudawan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Kimia asal Madiun ini berhasil menuntaskan studinya dengan IPK 3,92, sebuah capaian yang lahir dari keseimbangan antara akademik, organisasi, dan kemandirian hidup.
Sejak duduk di bangku SMA, perempuan kelahiran 1 Mei 2003 ini sudah jatuh hati pada pelajaran kimia. Baginya, kimia bukan sekadar rumus dan reaksi, tetapi pelajaran yang “seru dan menyenangkan” karena banyak memberi ruang untuk bereksperimen dan menemukan hal baru lewat praktikum.
Selama di bangku kuliah, Maylafaiza tak hanya fokus di kelas. Ia aktif di Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA dan beberapa kegiatan kampus lainnya yang memperluas jejaring serta mengasah keterampilan sosialnya.
Tak berhenti di situ, ia juga mengikuti Program Kampus Mengajar angkatan 6, yang menurutnya menjadi pengalaman berharga. “Saya bisa melihat langsung dinamika kelas, berhadapan dengan berbagai karakter siswa, dan belajar makna kebersamaan antara guru dan murid,” ujarnya.
Namun, di balik setiap prestasi, selalu ada perjuangan. Anak bungsu dari dua bersaudara ini mengaku tantangan terbesar selama kuliah adalah membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, dan pekerjaan sampingan.
Ia juga harus beradaptasi hidup mandiri jauh dari orang tua. “Kuncinya adalah manajemen waktu. Saya selalu membuat prioritas harian, memastikan kuliah tetap menjadi fokus utama,” ungkap putri pasangan Jamal Wahyudi dan Nunik Nilasari itu.
Untuk memaksimalkan hasil belajar, Maylafaiza punya strategi tersendiri. Ia biasa mengulang materi hingga benar-benar paham, memperkaya wawasan dari berbagai sumber digital seperti Google dan YouTube, serta aktif berdiskusi dengan teman-teman sejurusan.
“Saya selalu menulis ulang materi penting di buku catatan. Dengan menulis, saya bisa lebih mudah memahami dan mengingat,” tuturnya.
Ketertarikannya pada inovasi pembelajaran dituangkan dalam skripsi berjudul “Pengembangan Media Flashcard Berbasis Permainan Monopoli pada Materi Sistem Periodik Unsur untuk Melatihkan Keterampilan Komunikasi Peserta Didik.”
Ia menciptakan media permainan edukatif yang memadukan unsur fun learning dan kompetensi abad-21. Media tersebut tidak hanya mengasah aspek kognitif dari level C1 hingga C6 sesuai taksonomi Bloom, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi siswa melalui interaksi tanya-jawab menggunakan kartu soal.
“Melalui media ini, belajar kimia bisa lebih menyenangkan dan tidak monoton. Peserta didik jadi aktif bertanya dan berpendapat, bukan hanya mendengarkan,” jelasnya penuh semangat.
Perempuan yang gemar travelling ini membagikan pesan bagi mahasiswa lain untuk tidak takut bermimpi besar. “Niatkan kuliah untuk mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Fokus gali potensi diri, jangan minder, dan terus asah kemampuan akademik maupun non-akademik lewat berbagai kegiatan atau kompetisi,” ucapnya.
Ke depan, Maylafaiza berharap Unesa terus memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk tumbuh dan bereksplorasi, baik di bidang akademik maupun pengembangan diri. “Saya ingin Unesa menjadi kampus yang semakin kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, dengan sistem pembelajaran yang menumbuhkan kompetensi dan profesionalisme di dunia kerja,” harapnya.
Setelah wisuda, ia berencana melanjutkan langkahnya sebagai pendidik di bidang Kimia, profesi yang menurutnya bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk terus menyalakan semangat belajar pada generasi berikutnya.[]
***
Penulis: Hasna
Editor: @zam*
Foto: Dok Maylafaiza Iffada
Share It On: