
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Lembaga Pendidikan dan Sertifikasi Profesi (LPSP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan seminar bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru PAUD melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)” pada Rabu, 24 Desember 2025 di Ballroom Mercure Hotel, Surabaya.
Seminar ini diikuti 198 guru PAUD mahasiswa program RPL Unesa prodi S1 PG-PAUD. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar Unesa dalam mendukung peningkatan kualitas dan kualifikasi akademik guru PAUD, khususnya bagi pendidik yang telah memiliki pengalaman mengajar bertahun-tahun namun belum memiliki ijazah sarjana S1 PG-PAUD yang linear.
Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, serta TIK Unesa, Dwi Cahyo Kartiko. Ia menegaskan bahwa program RPL ini merupakan bentuk penghargaan negara terhadap pengalaman dan dedikasi para guru PAUD.
Menurutnya, guru PAUD yang akrab disapa ‘Bunda PAUD’ memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter anak sejak usia dini. “RPL bukan sekadar program administrasi, tetapi pengakuan atas pengalaman, kompetensi, dan praktik profesional yang telah dijalani para Bunda PAUD selama bertahun-tahun. Fondasi karakter bangsa itu diletakkan di pundak guru PAUD,” tegasnya.

www.unesa.ac.id
Kepala LPSP Unesa, Maspiyah, menjelaskan bahwa Seminar Penguatan Kompetensi Guru PAUD ini diikuti sekitar 198 peserta pada angkatan kedua. Sebelumnya, sebanyak 195 guru PAUD berhasil menyelesaikan program pada angkatan pertama pada tahun 2025 pada program RPL.
“Program ini dirancang selektif agar benar-benar diikuti oleh guru yang memenuhi persyaratan kompetensi. Selama satu semester, peserta menjalani 16 kali pertemuan yang dilaksanakan secara daring dan luring, hingga Ujian Akhir Semester. Alhamdulillah, seluruh tahapan telah dilalui dengan baik,” ungkapnya.
Ia berharap peningkatan kompetensi yang diperoleh pada seminar kali ini para guru PAUD melalui RPL dapat ditransfer langsung kepada peserta didik, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Seminar ini juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, yang mengapresiasi sinergi antara Unesa dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam mendukung kebijakan Kampus Berdampak khususnya penguatan dan pendampingan kompetensi guru PAUD di Surabaya.
Menurutnya, peningkatan kualitas guru PAUD harus dilakukan melalui dua jalur utama, yakni penguatan metode pembelajaran dan peningkatan kualifikasi akademik.
“Program RPL menjadi solusi strategis untuk memastikan guru PAUD memiliki kualifikasi S1 yang linier. Dampaknya diharapkan tidak hanya pada pemahaman akademik, tetapi juga pada implementasi pembelajaran yang lebih tepat di satuan PAUD masing-masing,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Sebagai pemateri, Tri Endang Kustianingsih, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kota Surabaya, menekankan pentingnya penguatan soft skills dan hard skills guru PAUD. Ia juga mendorong guru PAUD untuk terus berprestasi, mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta siap menerapkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus kategori ringan.
Sementara itu, Awang Dharmawan, Kepala Pusat RPL LPSP Unesa, memaparkan RPL dari sisi akademik sebagai solusi afirmatif dan berkeadilan bagi guru PAUD. Menurutnya, RPL memberikan pengakuan resmi atas pengalaman mengajar, efisiensi waktu dan biaya studi, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri guru.
“Ketika guru sejahtera dan kompeten, maka kualitas pendidikan akan meningkat. Apabila guru PAUD berdaya, maka anak Indonesia akan berkualitas,” pungkasnya.
Salah satu peserta seminar, Nanik Zaskia, mahasiswa RPL S1 PG-PAUD, mengungkapkan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Menurutnya, seminar ini memberikan wawasan baru terkait penguatan kompetensi guru, terutama dalam memahami arah pendidikan dan profesi keguruan ke depan.
“Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai mahasiswa RPL. Kami jadi memiliki gambaran yang lebih jelas tentang semester berikutnya, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai profesi dan tanggung jawab sebagai pendidik,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diselenggarakan agar mahasiswa RPL semakin memperoleh wawasan dan penguatan kompetensi dalam menjalani profesi guru PAUD
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: