
Pimpinan Badan Pengelola Labschool Unesa bersama guru dan orang tua melepas keberangkatan siswa yang menjalani program Sister School ke Thailand.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Upaya memperluas wawasan global dan memperkuat rekognisi internasional terus gencar dilakukan Labschool Unesa melalui program-program unggulannya. Salah satunya Program Sister School yang secara konsisten melibatkan siswa dalam pembelajaran lintas budaya di berbagai negara mitra.
Terbaru, sekolah berslogan ‘School of Character’ itu memberangkatkan 8 siswa yang terdiri dari 2 siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan 6 siswa SMA Labschool Unesa 1 Surabaya dengan didampingi 2 guru pendamping ke Thai-German Pre-Engineering School, Thailand. Pelepasan berlangsung pada Minggu, 23 November 2025 di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.
Program yang berlangsung selama 10 hari, 23 November – 2 Desember 2025 ini difokuskan pada pendalaman artificial intelligence (AI) dan robotik, sekaligus penguatan kemampuan bahasa Inggris dan kompetensi global para siswa.
Direktur Badan Pengelola Labschool Unesa, Sujarwanto menyampaikan bahwa program sister school kali ini memiliki kekhususan, karena langsung melibatkan siswa dalam pembelajaran berbasis teknologi masa depan.
“Ini program sister school akhir tahun 2025. Kita mengirim anak-anak ke sekolah mitra di King Mongkut’s University of Technology North Bangkok (KMUTNB). Fokus pembelajarannya adalah AI dan robotik,” ujarnya.
Ia menambahkan, para siswa tidak hanya sit-in di sekolah, tetapi juga merasakan suasana pre-university class di perguruan tinggi luar negeri. Ini penting untuk pemahaman awal tentang pemrograman robotik dan AI, sekaligus meningkatkan kemampuan siswa.
“Mau tidak mau, mereka harus menggunakan bahasa inggris. Yang berangkat ini anak-anak hebat, kemarin juara robotik di Malaysia dan punya passion di teknologi. Mereka akan merasakan atmosfer kegiatan internasional dan berinteraksi langsung dengan siswa dan mahasiswa di KMUTNB,” paparnya.
Kepala Pusat Akademik dan Kesiswaan Labschool Unesa, Ricky Setiawan menegaskan bahwa sister school ini program unggulan yang terus dikembangkan untuk menguatkan internasionalisasi sekolah.
Ia menambahkan bahwa siswa akan mengikuti sit-in terkait AI dan Robotik, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional. “Sekolah mitra kita memiliki tim Robotik yang baru juara 1 di Brazil. Sementara dari Labschool, kita juara 1 di Malaysia. Dua tim ini akan kami pertemukan untuk melihat peluang kerja sama ke depan,” terangnya.
Lebih lanjut, Ricky berharap jaringan sister school semakin luas, tidak hanya Asia tetapi juga Eropa, agar labschool Unesa benar-benar go internasional dan mengepakkan sayapnya.
Airel Dovano Izan Gafara, siswa SMA Labschool Unesa 1 yang meraih juara kompetisi robotik di Malaysia, mengungkapkan telah menyiapkan diri secara intensif, termasuk mempersiapkan robot yang akan dipamerkan di sana.
“Semoga dengan adanya program ini dapat menambah wawasan tentang teknik robotik, elektronik, dan AI melalui pembelajaran di Thailand,” harapnya.
Dukungan juga datang dari orang tua. Andi Kristanto, salah satu wali siswa menuturkan bahwa ia mempersiapkan anaknya dengan kursus bahasa inggris. “Di sana full bahasa inggris, jadi kesempatan anak saya untuk mempraktikkan yang sudah dipelajari, saya mendukung karena program ini memperluas wawasan global dan mengenalkan budaya luar,” ujarnya.
Wali murid lainnya, Nurika menyampaikan harapannya agar program sister school ini terus berlanjut di tahun depan. “Program ini bagus, anak-anak bukan hanya belajar akademik, tetapi juga mengenal budaya asing dan pendidikan luar negeri. Tentu ini akan menambah wawasan mereka,” tuturnya. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: