www.unesa.ac.id
Tri Wahyu Liswati memulai jenjang pendidikannya mulai TK, SD, SMP dan SMA di Papar, Kediri. Ia baru keluar dari Kediri ketika menempuh kuliah S1 di Universitas Negeri Jember (Unej) pada tahun 1996. Ia kuliah di Universitas Jember karena kebetulan ayahnya bertugas ke Jember.
“Mau tidak mau, saya harus kuliah di Jember juga. Meskipun, sebernarnya keinginan saya S1 di Unesa,” paparnya.
Sebagai anak perempuan satu-satunya, Tri memang tidak diperbolehkan jauh dari orangtuanya. Meskipun keinginan untuk kuliah di Unesa belum terwujud, namun kerinduan untuk belajar di Unesa akhirnya terobati ketika dia menempuh S2 di Pascasarjana Unesa pada tahun 2008.
Tri menempuh S2 dengan biaya mandiri karena sekolah tempatnya mengajar tidak ada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Otomatis, tidak ada beasiswa guru untuk melanjutkan sekolah S2. Meski harus berbiaya mandiri, Tri tak mempermasalahkan. Sebab, ia berkeinginan besar memajukan profesinya sebagai seorang guru. “Keinginan saya, meningkatkan kompetensi profesi saya sebagai guru,” ujarnya.
Selama belajar di Unesa, Tri mengaku senang dan bersyukur karena yang dipelajari di kampus dan dosen-dosen yang mengajar sangat kompeten. “Bimbingan dan arahan dari para dosen sangat berkesan sehingga bisa saya ilmunya bawa sampai sekarang ini,” ungkap guru Matematika di SMAN 1 Mojokerto itu.
Ikut Lomba Guru Berprestasi
Sebagai seorang guru, Tri senantiasa berusaha meningkatkan kemampuannya. Selain menempuh studi lanjut, jalan yang dilakukan untuk mengasah kemampuannya adalah mengikuti lomba guru berprestasi. Ia ikut lomba guru berprestasi tingkat SMA/MA. Berkat kemampuannya, Tri berhasi membawa pulang medali emas dan menjadi juara pertama guru berprestasi tingkat nasional.
Bagi Tri, prestasi itu sungguh membanggakan dan menjadi sejarah tersendiri baginya. Prestasi itu pertama kali didapatkan “Itu salah satu kebanggan sebagai seorang alumni mahasiswa S2 Unesa, dan seorang guru juga,” ujarnya.
Untuk mendapatkan penghargaan guru berprestasi, ungkap Tri, memang tidak bisa diraih dengan instan. Ia memerlukan proses yang panjang dan dipersiapkan sejak lama. Ia mengatakan bahwa sejak awal menjadi guru, seorang guru haruslah memiliki inovasi dan kreativitas sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik. Guru harus memiliki kemampuan membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mudah dipahami siswa sehingga membuat senja enjoy di dalam kelas. “Semua itu tidak bisa instan. Anak-anak kita bisa dilibatkan dalam media-media pembelajaran itu,” terangnya.
Para siswa akan senang dengan didokumenkasikan. Dari tahun ke tahun, Tri selalu menata dan mempersiapkan diri dengan baik dalam pengajaran. Ujungnya, saat lomba guru berprestasi, hal itu sangat bermanfaat bagi dirinya
“Jadi, seorang guru harus memiliki kompetensi agar anak didiknya semakin maju. Selain, kompetensi, seorang guru harus bisa menulis dengan melakukan penelitian,” jelasnya.
Tri menceritakan, seleksi guru berprestasi dimulai dari seleksi di sekolah, lalu dilanjutkan seleksi kabupaten/kota. Di kota, kemudian ada pembinaan terlebih dahulu sebelum dikirim ke tingkat Propinsi Jawa Timur. Selesai seleksi dari Jawa Timut, Tri berhasil mendapatkan juara 1 dan berhak mewakili Jawa Timur di kompetensi tingkat nasional.
Persiapan itu membutuhkan waktu yang lama. Selain media pembelajaran, dalam kompetisi guru berprestasi itu ada tes wawancara dan tes tulis baik secara akademis maupun kompetensi profesi.
Tri berharap, ke depan Unesa dalam banyak kegiatan dan program lebih mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan dosen. Selama ini, menurut Tri, masih belum intens dilakukan Unesa. Jika ada, masih terbatas pengabdian kepada masyarakat. Itupun hanya sebatas workshop saja.
Selain itu, lanjut Tri, para alumni Unesa yang berada di berbagai daerah yang memiliki kompetensi, keahlian, dan kesuksesan bisa diajak berkolaborasi untuk memberikan support kepada adik-adik tingkatnya sehingga para mahasiswa semakin termotivasi. “Ini lho, buktinya alumni Unesa bukan sembarang alumni. Kalau kalian mau bisa kalian seperti ini. Yang menentukan diri mahasiswa itu sendiri,” tandasnya (dayat)
Biografi Singkat
Nama : Tri Wahyu Liswati, M.Pd
Tempat Tanggal Lahir :Kediri, 14 November 1972
Jabatan : Guru Mata Pelajaran FISIKA SMAN 1 Mojokert
Pendidikan :
S-1 Universitas Negeri Jember (1996)
S-2 Universitas Negeri Surabaya (2010)
Penghargaan/Tanda Jasa Yang Pernah diperoleh :
- Satya Lencana Karya Setya 10 th(2011)
- Juara I Pelatihan Implemetasi Kurikulum 2013 bagi Guru Mata Pejaran Fisika Jenjang SMA (2014).
- Juara II Olimpiade Sains Nasional (OSN) Mapel FISIKA (2014)
- Penelis dalam Simposium Hari Guru Tingkat Nasional (2015)
- Juara I Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional (2015)
- Juara I Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Provinsi (2015)
- Juara I Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Kota (2015)
- Juara I Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Sekolah (2015)
- Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Satya Lancana Pendidikan (2016)
- Instruktur Nasional Kurikulum (2016)
Share It On: