
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan delegasi City University Malaysia dalam rangka memperkuat kerja sama dan penjajakan kolaborasi riset pada Rabu, 26 November 2025, di Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan. Pertemuan ini merupakan wujud komitmen dua lembaga dalam mengimplementasikan kerja sama yang terjalin baik sejak 2021 lalu itu.
Direktur Unesa Global Engagement (UGE), Muchamad Arif Al-Ardha, menyampaikan bahwa Malaysia menjadi salah satu negara mitra internasional paling produktif bagi Unesa. Sekitar 50% mitra internasional berasal dari Malaysia.
Pertukaran pelajar, kunjungan dosen, hingga riset bersama telah berjalan intensif dengan berbagai universitas Malaysia, termasuk Universiti Malaya, UPSI, dan INTI University.
“Kami secara aktif berkolaborasi dengan berbagai universitas Malaysia melalui konferensi, pertukaran pelajar, riset bersama, hingga program guest lecturer. Kunjungan ini memperkuat komitmen Unesa untuk menciptakan ekosistem akademik yang adaptif dan berstandar global,” ujarnya.
Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu juga memaparkan profil Unesa, 12 fakultas, serta berbagai keunggulan riset dan capaian internasional yang selama ini menjadi dasar kolaborasi internasional kampus.

www.unesa.ac.id
Direktur Kolaborasi City University Malaysia, Datuk Yasmin Binti Hussain menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan adalah memperluas kerja sama riset, khususnya di bidang kesehatan mental di lingkungan pendidikan tinggi.
“Kami ingin membahas praktik riset bersama Unesa, terutama terkait isu beban kerja dosen dan dampaknya terhadap kesehatan mental serta proses pengajaran,” jelasnya.
Dalam paparannya, ia mengenalkan profil City University Malaysia sebuah kampus swasta berusia 31 tahun dengan sekitar 9.000 mahasiswa, tujuh fakultas, dan lebih dari 70 program studi.
Pada sesi diskusi, kedua pihak memetakan peluang riset di masa depan mulai dari kesehatan mental, brain assessment, pembelajaran inklusif, pendidikan anak berkebutuhan khusus, hingga sertifikasi pelatihan Level 3 untuk pendidik. Delegasi City University menjelaskan rencana riset “mental health and mental equity” yang melibatkan asesmen kemampuan otak, pelatihan intervensi, dan studi beban kerja dosen di Asia Tenggara.
“Kita bisa melakukan asesmen mental health bersama. Dosen di banyak negara mengalami tekanan tinggi, sehingga riset ini penting untuk kapasitas akademik,” ujar Zainuddin, perwakilan tim City University Malaysia.
Kerjasama ini ditutup dengan rencana penyusunan program bersama yang mencakup riset kesehatan mental, konferensi internasional, guest lecture, pertukaran publikasi, dan kolaborasi akademik lintas fakultas. [ ]
***
Reporter: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: