
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA – Sebanyak 79 produk inovasi hasil riset dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi sorotan pada gelaran Innovation Product Exhibition ke-3 yang berlangsung pada 24–26 November 2025 di Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah teknologi penerangan cerdas EyeON yang dikembangkan Dani, mahasiswa D-4 Teknik Listrik Unesa angkatan 2022. Ia menjelaskan bahwa EyeON dirancang sebagai solusi penerangan jalan umum berbasis IoT yang mendukung efisiensi energi sekaligus target Millennium Development Goals (MDGs).
Lampu pintar ini mampu menyesuaikan intensitas cahaya berbasis analisis kepadatan kendaraan dan kondisi lingkungan dengan memanfaatkan kamera pendeteksi objek. Sistem ini terhubung melalui Edge Computing maupun Cloud Computing menggunakan perangkat seperti Raspberry Pi, serta didukung modul komputasi tambahan.
Hasil pengujiannya menunjukkan potensi penghematan energi hingga 50 persen melalui mekanisme feedback otomatis. Dengan desain perangkat berstandar IP55 yang tahan cuaca, EyeON diproyeksikan menjadi teknologi penerangan publik yang cerdas, responsif, dan berkelanjutan.
Selain EyeON, tim pengembang yang sama juga memperkenalkan portofolio keahlian mereka dalam bidang mikrokontroler, IoT, komunikasi data, serta kecerdasan buatan khususnya teknologi deteksi objek YOLO. Mereka memiliki pengalaman merancang sistem komunikasi untuk daerah blank spot menggunakan LoRa, APRS, hingga radio amatir.
Di pameran ini, mereka turut menampilkan prototipe Automated Guided Vehicle (AGV) berbasis AI, yaitu kendaraan otomatis yang bergerak mengikuti jalur tertentu dengan dukungan visi komputer untuk mengenali objek berwarna berdasarkan parameter yang telah ditentukan.

www.unesa.ac.id
Pada bidang pendidikan, inovasi AI kembali hadir melalui teknologi yang dikembangkan tim EYePHY EDU. Mahasiswi S-2 Pendidikan Fisika Unesa, Nabila Nur Almaida Nasution menjelaskan bahwa produk mereka menggabungkan dua teknologi utama yaitu Eye Tracking (EYePHY EDU) dan Virtual Reality (VR).
Sistem Eye Tracking digunakan untuk memetakan fokus dan pola pengamatan peserta didik ketika mempelajari konsep fisika, ditampilkan dalam bentuk heatmap yang menunjukkan area dengan intensitas perhatian tertinggi.
Data biometrik ini membantu pendidik mengevaluasi efektivitas penyajian materi serta memetakan tingkat pemahaman konsep secara lebih objektif. Sementara itu, teknologi VR yang mereka kembangkan menawarkan tiga simulasi pembelajaran yang mengintegrasikan fenomena budaya dan aktivitas sehari-hari.
VR Karapan Sapi menyajikan kajian etno-fisika dari tradisi balap sapi Madura dengan fokus pada konsep kecepatan dan gerak lurus. VR Tong Gelinding dirancang untuk menjelaskan konsep gerak lurus berubah beraturan (GLBB), sementara VR Lato-lato digunakan untuk memahami momentum melalui permainan tradisional yang pernah menjadi tren nasional. Ketiga produk ini memberikan pengalaman belajar yang imersif, relevan secara budaya, dan efektif untuk pendalaman konsep ilmiah.

www.unesa.ac.id
Inovasi berbasis AI lainnya dihadirkan oleh Valentino Prasetyo, mahasiswa S1 Sains Data Unesa angkatan 2022, melalui produk Realtime Smart CCTV. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi indikasi kekerasan pada anak secara otomatis menggunakan model deep learning yang menganalisis pola gerakan dalam rekaman CCTV.
Ketika mendeteksi aktivitas yang berpotensi berbahaya, sistem akan mengirimkan notifikasi real-time ke email pihak sekolah atau lembaga terkait, lengkap dengan waktu kejadian dan gambar tangkapan insiden. Teknologi ini telah diuji di sekolah rehabilitasi anak dan terus dikembangkan melalui riset lanjutan di laboratorium kampus dengan implementasi model VGG-16, LSTM, dan BiLSTM. Dengan akurasi deteksi yang meningkat, sistem ini berpotensi diterapkan secara lebih luas di ruang kelas, lingkungan publik, hingga fasilitas pendidikan.
Selain ketiga inovasi tersebut, pameran juga menghadirkan sejumlah produk teknologi lain yang terbagi dalam tiga klaster utama, yakni otomatisasi industri, teknologi hijau, serta solusi digital untuk pendidikan dan kesehatan. Di bidang industri, hadir Mini Industrial System 4.0 “Witch IOT”, Trainer Pneumatic Omron, dan Alat Uji & Kontrol Propulsi Motor Listrik.
Sementara untuk sektor keberlanjutan, ditampilkan Agricultural Drone Sprayer serta Redesain Knalpot Ramah Lingkungan berbasis Metalitic Converter Transisi. Adapun klaster solusi digital menampilkan DigiGuru, Neo Sorogan, serta tiga perangkat kesehatan berbasis IoT: STRAPS-R, AEGIS-Net, dan MedLoc.
Melalui rangkaian inovasi tersebut, pameran ini menegaskan komitmen Unesa dalam mendorong riset terapan dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan. []
***
Reporter: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: