
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menunjukkan taringnya dalam gelaran Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025, yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Belmawa dan Puspresnas di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada 1-3 Desember 2025.
Tim kampus ‘Growing with Character’ tampil gemilang dengan meraih medali emas pada Divisi Poster Pendidikan (PDP) dan medali perak pada Divisi Microteaching Digital Pendidikan (MDP). Capaian tersebut mengantarkan Unesa sebagai Juara Umum LIDM Tahun 2025.
Emas Divisi Poster Digital
Tim Ceri, yang diketuai Mahla Zayani (Psikologi) bersama dua anggotanya, Nabila Dwi Wahyu Santoso (Manajemen Pendidikan), dan Nur Aula Sabrina (Sistem Informasi) berhasil tampil sebagai juara 1 Divisi Poster Digital setelah menyingkirkan ratusan peserta dari universitas lain.
Zayani mengungkapkan bahwa motivasi mengikuti LIDM dipicu fenomena meningkatkan ketergantungan pelajar dan mahasiswa terhadap kecerdasan artifisial atau AI (artificial intelligence).
Poster yang diusung membawa pesan untuk bijak menggunakan AI sekaligus mendorong literasi AI agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan kemampuan kognitifnya.

www.unesa.ac.id
Ide tersebut tercipta dari hasil observasi lapangan, termasuk fenomena Generative AI Addiction Syndrom (GAID) yang mulai muncul akibat penggunaan AI yang berlebih. Ke depan kami akan terus mengedukasi melalui media sosial berupa AI Insight, bahkan kita akan mempersiapkan rencana pengembangan modul literasi AI untuk siswa sekolah.
Dosen pembimbing, Kartika Herlina Candraning Shiam menjelaskan bahwa tema yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan kampus dan relevan dengan kondisi pelajar saat ini.
“Melalui kompetisi ini, tim menyodorkan gagasan sekaligus gerakan literasi digital atau literasi AI, sehingga pelajar-pelajar kita tidak ketergantungan pada AI, dan tidak mengalami hambatan perkembangan kemampuan kognitifnya karena AI,” ucapnya.
Medali Perak Microteaching Digital
Mahasiswa Unesa juga menyabet perak melalui Tim Sandya Wijaya yang diketuai Dwi Irmin Mayangsari (Pendidikan Bahasa Inggris), dengan anggota yakni Devi Suci Rahmawati (Pendidikan Bahasa Inggris), Kadek Vania Arisanti (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Khairunnisa Nur Fadhilah (Teknologi Pendidikan), dibawah bimbingan Aditya Chandra Setiawan.
Tim Sandya Wijaya mengusung konsep Procedure Text tentang cara naik Suroboyo Bus melalui pendekatan experiential learning. Mereka benar-benar turun lapangan, menaiki bus, merekam proses autentik dari awal hingga akhir sebagai bahan modul ajar. Mayang menjelaskan bahwa pemilihan tema tidak lepas dari relevansi Suroboyo Bus dengan aktivitas pelajar di Surabaya.
“Banyak siswa sebenarnya naik transportasi publik, tapi belum banyak menggunakan Suroboyo Bus sebagai bahan belajar. Kami ingin menunjukkan bahwa bahasa inggris itu praktik, bisa dipakai untuk hal-hal yang dekat dengan keseharian,” jelasnya.
“Kami merancang alur pembelajaran yang baru, termasuk praktik langsung naik transportasi public untuk mempelajari Procedur Text. Ini yang kami sampaikan kepada juri berdasarkan pengalaman implementasi di sekolah,” tambahnya.
Dukungan dan Komitmen Lembaga

www.unesa.ac.id
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Muhamad Sholeh menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan layanan dan pembinaan mahasiswa selama ini dilakukan secara serius dan konsisten.
Menurutnya, prestasi yang diraih tidak hanya meningkatkan visibilitas dan kredibilitas Unesa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkompetisi.
Lebih lanjut, Sholeh mengungkapkan bahwa memasuki tahun 2026, pihaknya akan mulai mengidentifikasi potensi, bakat, dan minat mahasiswa melalui berbagai workshop dan pemetaan terstruktur.
Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan lingkungan perkuliahan yang adaptif, kompetitif, dan mendorong lahirnya lebih banyak prestasi.
“Membangun ekosistem prestasi tidak terbentuk secara instan, tetapi by design melalui dukungan, komitmen, dan pemberian apresiasi seperti rekognisi atau pengakuan dengan berupa SKS mata kuliah dan beasiswa berupa bebas UKT bagi yang berprestasi,” jelasnya. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: