Fakultas Teknik menggelar Rapat Terbuka Yudisium ke-1 Tahun 2015 di Auditorium A1 Fakultas Teknik, Jumat (6/2/2015). Rapat terbuka yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Dekan FT, Tri Wahatnolo tersebut mengusung tema Melalui Yudisium, Fakultas Teknik Terus Meningkatkan Kualitas Pembelajaran untuk Membentuk Karakter Peserta Didik . Dalam Yudisum ke-1 kali ini agenda acara dibagi menjadi 2 sesi, yaitu pagi dan siang. Pagi untuk Jurusan Teknik Informatika dan Teknik Mesin sedangkan siang untuk Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan PKK. Secara resmi, FT meluluskan 329 mahasiswa; 170 mahasiswa S-1 dan 159 mahasiswa D-3. Dengan rincian: 63 mahasiswa TE, 69 mahasiswa TM, 26 mahasiswa TS, 75 mahasiswa PKK, dan 106 mahasiswa TI. Dalam sambutan Dekan FT, Tri Wahatnolo memberikan pesan-pesan dan motivasi kepada yudisiawan/yudisiawati dalam meniti karir ke depan. Menurutnya, mahasiswa harus kompeten dengan memiliki kompetensi-kompetensi untuk bersaing di dunia kerja, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan datang. "Dalam MEA, di luar sana juga banyak sarjana/ahli madya yang mencari peluang yang sama," ujar dekan yang merangkap PR II tersebut. (Fitro/SR)
Fakultas Teknik menggelar Rapat Terbuka Yudisium ke-1 Tahun 2015 di Auditorium A1 Fakultas Teknik, Jumat (6/2/2015). Rapat terbuka yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Dekan FT, Tri Wahatnolo tersebut mengusung tema Melalui Yudisium, Fakultas Teknik Terus Meningkatkan Kualitas Pembelajaran untuk Membentuk Karakter Peserta Didik . Dalam Yudisum ke-1 kali ini agenda acara dibagi menjadi 2 sesi, yaitu pagi dan siang. Pagi untuk Jurusan Teknik Informatika dan Teknik Mesin sedangkan siang untuk Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan PKK. Secara resmi, FT meluluskan 329 mahasiswa; 170 mahasiswa S-1 dan 159 mahasiswa D-3. Dengan rincian: 63 mahasiswa TE, 69 mahasiswa TM, 26 mahasiswa TS, 75 mahasiswa PKK, dan 106 mahasiswa TI. Dalam sambutan Dekan FT, Tri Wahatnolo memberikan pesan-pesan dan motivasi kepada yudisiawan/yudisiawati dalam meniti karir ke depan. Menurutnya, mahasiswa harus kompeten dengan memiliki kompetensi-kompetensi untuk bersaing di dunia kerja, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan datang. "Dalam MEA, di luar sana juga banyak sarjana/ahli madya yang mencari peluang yang sama," ujar dekan yang merangkap PR II tersebut. (Fitro/SR) Categories
- Berita Unesa (5467)
- Uncategory (1338)
- Seminar (406)
- Lomba (331)
- Kerjasama (216)
- Yudisium / Wisuda (213)
- Prestasi, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat (211)
- Pameran (135)






