
Kuliah itu pasti ada tantangannya. Tugas kita adalah menjadikan setiap tantangan itu sebagai jalan untuk bertumbuh. Nilai tinggi memang penting, karya hebat itu membanggakan, tapi keberanian untuk tidak menyerah saat kondisi paling sulit sekalipun adalah prestasi terbesar yang sesungguhnya.!
Unesa.ac.id., SURABAYA— Banjir besar yang melanda Aceh sempat merendam rumah Nursamsu dan mengancam berbagai dokumen penting untuk menyelesaikan disertasinya. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan dosen Universitas Samudra itu menuntaskan studi doktoralnya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
“Banjir pernah merendam rumah saya, tetapi tidak pernah merendam mimpi saya. Ada hidayah di balik musibah yang diberikan Tuhan,” ungkap perempuan kelahiran Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu.
Ia perempuan merupakan dosen Universitas Samudra. Ayahnya, almarhum Syahruddin, bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya, Fatimah, merupakan ibu rumah tangga. Latar belakang keluarga tidak menghalanginya untuk terus menempuh pendidikan hingga jenjang doktor.
Perjalanan Nursamsu menuju pendidikan doktoral di Unesa bermula pada 2022 ketika Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Samudra tempatnya mengabdi mengikuti proses akreditasi. Saat itu, asesor mendorong dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang doktor. Salah satu rekomendasi yang muncul adalah melanjutkan studi S3 di Unesa.
Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan Nursamsu. Ia mendaftar Program Doktor Pendidikan Sains Unesa pada 2023. Pada awal perkuliahan, sistem hibrid membantunya tetap menjalankan tugas sebagai dosen di Aceh. Meski demikian, sejumlah tahapan akademik tetap mengharuskannya hadir langsung di Surabaya.
Perjalanan studinya diwarnai ujian ketika banjir melanda Aceh. Selain berdampak pada kondisi rumah, bencana tersebut juga memberikan tekanan psikologis. Nursamsu harus menyelamatkan berbagai dokumen penting, termasuk laptop yang menyimpan data disertasinya. “Dalam kondisi itu, saya tetap berusaha melanjutkan kuliah,” ujarnya.
Dukungan keluarga turut menjadi kekuatan. Sang suami, Muliadi, memberikan izin dan dukungan penuh agar ia dapat menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Dukungan juga datang dari promotor dan co-promotor selama proses akademik berlangsung.
Keteguhan tersebut berbuah capaian akademik yang tidak secara khusus ia targetkan. Pada Wisuda ke-121 Unesa, Nursamsu meraih predikat wisudawan terbaik program doktor dengan IPK 4,00 pada wisuda ke-121 Unesa, pada 12 Agustus 2026 lalu.
Prestasi tersebut tidak terlepas dari proses akademik yang dijalaninya selama studi. Ia menyelesaikan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Creative Inquiry Project Laboratorium (CIPro-Lab) Berbasis Kearifan Lokal Aceh untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA.”
Melalui penelitian tersebut, Nursamsu mengembangkan model pembelajaran laboratorium yang mengintegrasikan sains dengan budaya lokal Aceh. “Pendidikan sains tidak hanya berkaitan dengan teori, tetapi juga harus mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kehidupan dan kearifan Masyarakat,” jelasnya.
Selama studi doktoral, Nursamsu juga aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Beberapa karyanya telah dipublikasikan pada jurnal bereputasi, termasuk empat publikasi jurnal terakreditasi Scopus dan tujuh jurnal SINTA 2 sepanjang 2022 hingga 2025. Ia juga memperoleh berbagai hibah penelitian.
Setelah menyelesaikan studi doktoral, Nursamsu ingin terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan sains di Aceh dan Indonesia. Ia berharap dapat berbagi ilmu melalui forum MGMP, mengembangkan penelitian, serta mendukung kemajuan pendidikan di daerahnya. ][
***
Reporter: Azhar
Editor: @zam*
Dok: Nursamsu






